MALUKU — Persaingan di segmen flagship premium Indonesia memang tak pernah sepi. Kehadiran Nubia Z70 Ultra yang kini resmi meluncur global menambah satu opsi menarik bagi mereka yang bosan dengan desain punch-hole atau Dynamic Island. Alih-alih sekadar mengikuti tren, Nubia memilih jalan berbeda dengan menyembunyikan kamera depannya di bawah panel layar, memberikan pengalaman visual yang benar-benar bersih.
Layar 144Hz Tanpa Gangguan: Lebih dari Sekadar Gimmick
Ini adalah daya tarik utama perangkat ini. Nubia Z70 Ultra memakai panel AMOLED 6,85 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 144Hz. Untuk mata, hasilnya spektakuler—tidak ada lekukan, tidak ada lubang, hanya hamparan kaca mulus dari atas ke bawah.
Dari sisi teknis, refresh rate 144Hz memang di atas standar flagship lain yang umumnya 120Hz. Efeknya terasa saat scroll linimasa media sosial atau bermain game balap; animasinya terasa lebih cair. Namun, perlu dicatat, ini adalah kesan awal berdasarkan spesifikasi resmi. Untuk membuktikan akurasi warna dan tingkat kecerahan puncak di bawah sinar matahari tropis, kami masih menunggu unit review di Indonesia.
Performa Snapdragon 8 Elite: Siap untuk Tugas Berat
Di balik layarnya, Nubia memasang chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite dengan fabrikasi 3nm. Ini adalah prosesor terbaru yang juga dipakai kompetitor seperti Galaxy S26 series. Dipadukan dengan RAM hingga 24GB dan penyimpanan internal 1TB, secara teori perangkat ini tidak akan kesulitan menjalankan aplikasi editing video 4K atau game dengan setting grafis tertinggi.
Namun, perlu diingat bahwa chipset bertenaga tinggi selalu punya konsekuensi pada panas. Kami belum bisa menguji seberapa agresif sistem thermal throttling Nubia Z70 Ultra saat digunakan main game dalam waktu lama. Ini menjadi catatan penting, karena banyak flagship lain justru menurunkan performa signifikan setelah 30 menit bermain.
Kamera Depan di Bawah Layar: Kompromi yang Masih Ada
Teknologi UDC (Under Display Camera) memang membuat layar terlihat sempurna, tapi secara teknis, sensor kamera harus "menerobos" lapisan piksel. Dari pengalaman produk Nubia sebelumnya, hasil foto kamera depan biasanya sedikit lebih soft atau kurang tajam dibanding kamera konvensional di atas layar.
Untuk Z70 Ultra, Nubia mengklaim telah meningkatkan kerapatan piksel di area kamera. Meski begitu, untuk pengguna yang sering video call atau selfie, hasil akhirnya tetap perlu diuji langsung. Apakah kualitasnya sudah setara dengan kamera 32MP biasa? Kami ragu, tapi menunggu bukti nyata di lapangan.
Harga dan Status di Indonesia: Siapkan Budget Ekstra
Nubia Z70 Ultra jelas tidak murah. Dengan posisinya di jajaran flagship, harganya diprediksi akan bersaing langsung dengan Samsung Galaxy S26 Ultra atau iPhone 17 Pro. Namun, status penjualan resmi di Indonesia masih menjadi pertanyaan besar.
Jika Nubia tidak membawa perangkat ini melalui jalur distribusi resmi dengan garansi resmi, maka peminatnya harus membeli via importir. Konsekuensinya, harga akan lebih mahal dan risiko servis menjadi tanggungan pribadi. Ini adalah faktor krusial yang sering membuat calon pembeli di Indonesia berpaling ke merek dengan layanan purna jual lebih mapan.
Kelebihan & Kekurangan Nubia Z70 Ultra
Berdasarkan data yang tersedia, berikut rangkuman singkatnya:
- Kelebihan: Desain layar penuh tanpa notch yang imersif; refresh rate 144Hz terbaik di kelasnya; spesifikasi inti (chipset, RAM) setara flagship 2026.
- Kekurangan: Kamera depan UDC berpotensi mengorbankan kualitas foto; belum ada kepastian garansi resmi di Indonesia; harga premium yang harus bersaing dengan brand dengan ekosistem lebih kuat.
Verdict: Untuk Siapa Ponsel Ini?
Nubia Z70 Ultra adalah ponsel untuk mereka yang mengutamakan keunikan dan pengalaman visual tanpa distraksi. Jika Anda adalah tipe pengguna yang benci melihat punch hole dan menginginkan sesuatu yang berbeda dari kebanyakan flagship, perangkat ini layak masuk daftar tunggu.
Namun, jika Anda memprioritaskan kualitas selfie terbaik, ekosistem aksesoris, dan kemudahan klaim garansi, ada baiknya menunggu kepastian harga dan status resmi di Indonesia. Ponsel ini sangat menjanjikan di atas kertas, tapi keputusan akhir tetap bergantung pada harga jual di pasaran dan dukungan purna jual lokal.