Pencarian

Tradisi Husafara Hitu Digelar di Ancol Jakarta, Pemprov Maluku Dorong Masuk Kalender Pariwisata Ibu Kota

Senin, 10 Agustus 2026 • 12:58:31 WIB
Tradisi Husafara Hitu Digelar di Ancol Jakarta, Pemprov Maluku Dorong Masuk Kalender Pariwisata Ibu Kota
Ratusan warga Maluku di Jabodetabek mengikuti prosesi Husafara atau Mandi Safar di Pantai Lagoon Ancol, Jakarta, Minggu (9/8/2026).

JAKARTA — Perkumpulan Rumah Hitu menggelar Husafara 1448 Hijriah di Pantai Lagoon, Ancol, Jakarta, pada Minggu (9/8/2026). Ritual tahunan yang merupakan tradisi Mandi Safar khas masyarakat Hitu, Maluku Tengah, ini dirangkai dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kegiatan itu menjadi ruang bakudapa bagi warga Maluku yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Selain memperkuat silaturahmi, acara ini dimaksudkan untuk menjaga warisan budaya leluhur di tengah perantauan.

Pemprov Maluku Minta Tradisi Ini Masuk Agenda Resmi Jakarta

Saiful Indra Patta menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan instansi terkait. Tujuannya, menjadikan Husafara sebagai salah satu agenda dalam kalender pariwisata di Jakarta.

“Bapak Gubernur Maluku menitipkan salam hormat serta salam hangat untuk seluruh keluarga besar Rumah Hitu dan masyarakat Maluku yang berkumpul pada hari ini. Pemerintah Provinsi Maluku sangat mengapresiasi kebersamaan warga perantauan yang konsisten merawat tradisi ini,” ujar Patta dalam sambutannya.

Menurut Patta, langkah ini tidak hanya untuk memperkenalkan tradisi Hitu ke masyarakat luas. Lebih dari itu, ruang yang lebih besar bagi generasi muda untuk mengenal dan mempertahankan warisan leluhur menjadi target utama.

Bukan Sekadar Mandi di Laut, Ini Makna Spiritual Husafara

Husafara memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar prosesi mandi di laut. Dalam perspektif keagamaan, tradisi ini dimaknai sebagai bagian dari penguatan tauhid dan pembersihan jiwa atau tazkiyatun nafs.

Prosesi mandi di laut yang dilanjutkan doa bersama menjadi simbol penyucian diri. Rangkaian itu sekaligus menjadi ikhtiar memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai musibah dan bala.

Patta menilai konsistensi masyarakat Hitu di perantauan menunjukkan kuatnya identitas budaya Maluku, meski mereka berada jauh dari tanah asal. Ia pun mengajak warga untuk terus menjaga keharmonisan dan berkontribusi dalam menciptakan keamanan serta ketertiban.

“Mari kita satukan hati, bersihkan batin, dan angkat doa bersama. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, menjauhkan kita semua dan negeri ini dari segala mara bahaya dan bencana. Mari kita satukan hati dalam merawat silaturahmi untuk kebaikan bersama. Mari saling baku kele, bersama tatap masa depan par Maluku pung bae,” ucapnya.

Generasi Muda Jadi Tulang Punggung Kepanitiaan

Ketua Perkumpulan Rumah Hitu, Faisal Pellu, mengatakan Husafara tahun ini memberi ruang lebih besar kepada generasi muda untuk terlibat langsung dalam kepanitiaan maupun pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan itu menjadi bagian penting dalam proses regenerasi agar tradisi adat tidak berhenti pada satu generasi.

“Generasi muda adalah tumpuan masa depan kita. Melalui kepanitiaan acara adat ini, kita ingin memberikan motivasi dan wadah bagi mereka untuk belajar bertanggung jawab menjaga tradisi sekaligus mengasah mental kepemimpinan,” tutur Faisal.

Ketua Panitia Pelaksana, Rahman Pellu, menambahkan bahwa Husafara 1448 H yang dirangkaikan dengan HUT ke-81 RI merupakan ungkapan rasa syukur sekaligus ikhtiar bersama memohon keselamatan bagi masyarakat Maluku di perantauan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan serta memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan dan penyambutan tamu.

Rangkaian acara berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa keselamatan bersama, pementasan seni pantun Maluku, serta prosesi Husafara di pesisir Pantai Lagoon Ancol.

Follow www.kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tribun-maluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks