Pencarian

Inggris dan Wales Resmi Larang Meta Glasses Masuk Gedung Pengadilan, Ini Alasannya

Rabu, 12 Agustus 2026 • 00:33:31 WIB
Inggris dan Wales Resmi Larang Meta Glasses Masuk Gedung Pengadilan, Ini Alasannya
Pengadilan di Inggris dan Wales resmi melarang penggunaan Meta Glasses di area persidangan untuk mencegah perekaman ilegal.

MALUKU — Larangan itu dikonfirmasi oleh His Majesty's Courts & Tribunals Service (HMCTS), lembaga yang mengelola seluruh pengadilan pidana, perdata, dan keluarga di Inggris dan Wales. Siapa pun yang mencoba masuk ke area persidangan dengan membawa kacamata pintar buatan Meta ini akan diminta menyerahkannya. Barang baru dikembalikan setelah yang bersangkutan meninggalkan gedung.

Mengapa Kacamata Pintar Dianggap Lebih Berbahaya dari Ponsel?

Aturan melarang kamera di ruang sidang sebenarnya sudah lama berlaku. Namun, Meta Glasses dianggap kasus berbeda. Kamera yang tertanam di bingkai kacamata memungkinkan pengguna merekam video tanpa gerakan mencurigakan. Seseorang bisa duduk tenang selama berjam-jam dan merekam seluruh jalannya persidangan tanpa diketahui petugas.

"Ada pembatasan yang jelas mengenai pengambilan gambar atau video di dalam pengadilan dan tribunal, dan itulah mengapa penggunaan Meta Glasses dilarang," kata juru bicara pengadilan kepada The Guardian.

HMCTS tetap mengizinkan pengunjung membawa ponsel pintar ke ruang sidang, selama tidak digunakan untuk merekam. Pengecualian serupa tidak berlaku untuk kacamata pintar. Alasannya sederhana: tidak ada orang yang bisa menempelkan ponsel di wajahnya lalu merekam tanpa ketahuan.

Bukan Sekadar Kamera: Kasus Kecurangan di Ruang Sidang

Kekhawatiran terhadap perangkat ini bukan hanya soal rekaman. Pada awal tahun ini, seorang pria di London dituduh menerima bantuan jawaban saat menjalani pemeriksaan silang di pengadilan. Ia diduga menggunakan kacamata pintar yang terhubung ke ponsel di dekatnya untuk mendengarkan instruksi dari orang lain di luar ruangan. Tuduhan tersebut dibantah oleh yang bersangkutan.

Di Amerika Serikat, New York baru saja mengumumkan larangan serupa untuk ruang sidang. Keputusan itu diambil secara eksplisit untuk mencegah perekaman rahasia yang bisa mengganggu proses hukum.

Larangan Meluas ke Pub, Restoran, dan Tempat Hiburan

Kekhawatiran terhadap Meta Glasses sebenarnya sudah menyebar jauh sebelum kebijakan pengadilan ini keluar. Rantai pub populer Wetherspoons, sejumlah restoran kelas atas, klub anggota, teater, tempat musik, hingga konvensi komik di Inggris telah melarang perangkat ini masuk. Sebagian menyebutnya dengan julukan "kacamata mesum" karena potensinya digunakan untuk mengintip.

Fenomena ini memicu masalah serius, terutama bagi perempuan. Studi Universitas Sydney menemukan ratusan video di Instagram yang diunggah kreator konten "pick up artist" pria. Mereka merekam perempuan tanpa izin dan memublikasikan hasilnya secara daring. Sekitar 60 persen dari video tersebut menampilkan perilaku yang masuk kategori potensi pelecehan. Banyak korban yang berhasil diidentifikasi dan mengalami doxing.

Respons Meta dan Penjualan yang Tetap Laris

Mark Zuckerberg sepertinya tidak terpengaruh oleh gelombang penolakan ini. Saat menghadiri sidang terkait kecanduan media sosial, rombongannya terlihat mengenakan Meta Glasses. Hakim yang memimpin persidangan harus mengancam dengan hukuman contempt of court sebelum mereka bersedia melepas perangkat tersebut.

Perwakilan Meta menolak berkomentar soal larangan terbaru dari pengadilan Inggris dan Wales. Meski menuai kontroversi, produk ini tetap laku keras. Perusahaan tercatat menjual sekitar 7 juta unit Meta Glasses sepanjang 2025.

Bagi pengguna di Indonesia, larangan semacam ini belum berlaku di pengadilan lokal. Namun, tren pelarangan di berbagai negara maju bisa menjadi sinyal bahwa privasi di ruang publik semakin menjadi perhatian serius. Sebelum membeli perangkat ini, pertimbangkan etika penggunaan dan risiko hukum di lingkungan sekitar Anda.

Follow www.kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks