Pencarian

Startup Belanja Bentukan Anak Bill Gates Dituduh Curi Komisi Afiliasi dengan Teknik Cookie Stuffing

Minggu, 12 Juli 2026 • 22:35:31 WIB
Startup Belanja Bentukan Anak Bill Gates Dituduh Curi Komisi Afiliasi dengan Teknik Cookie Stuffing
Ekstensi Phia diduga melakukan cookie stuffing untuk mengalihkan komisi afiliasi secara tidak sah.

MALUKU — Praktik ini pertama kali terungkap lewat investigasi Bloomberg yang kemudian dikonfirmasi oleh konsultan independen dan pesaing Phia. Modusnya sederhana: saat pengguna berbelanja di situs ritel mana pun — entah datang langsung atau lewat tautan afiliasi lain — ekstensi Phia diam-diam membuka tab baru di latar belakang. Saat checkout, ekstensi ini mengganti kode referal asli dengan kode milik Phia, sehingga komisi mengalir ke startup tersebut.

Dampak Langsung: Penangguhan dari Platform Afiliasi

Setelah temuan ini diangkat ke publik, Impact.com, platform afiliasi dan influencer terkemuka, langsung menangguhkan akun Phia. Langkah ini serupa dengan kasus Honey, startup milik PayPal yang saat ini masih menghadapi gugatan class action atas praktik cookie stuffing serupa. Beberapa startup lain bahkan pernah digugat habis-habisan karena praktik ini.

Kronologi Investigasi dan Respons Phia

Bloomberg melaporkan bahwa begitu masalah ini diadukan ke Phia, juru bicara perusahaan menyatakan semua perubahan yang diperlukan telah dilakukan untuk memperbaiki celah tersebut. Pengecekan lanjutan oleh Bloomberg mengonfirmasi bahwa isu tersebut sudah tidak muncul lagi. Namun, belum jelas apakah perbaikan ini cukup memuaskan ritel dan mitra afiliasi yang bekerja sama dengan Phia.

TechCrunch yang melaporkan ulang temuan ini juga sudah menghubungi Phia untuk meminta komentar, namun hingga berita ini diturunkan belum ada respons dari pihak startup.

Profil Phia: Startup Belanja dengan Daftar Investor Bintang

Phia didirikan pada 2025 oleh Phoebe Gates — putri pendiri Microsoft Bill Gates — bersama Sophia Kianni. Startup ini berhasil mengumpulkan dana lebih dari 40 juta dolar AS (sekitar Rp 660 miliar) dengan deretan investor selebritas seperti Khloé Kardashian dan Hailey Bieber. Aplikasi Phia berupa ekstensi browser yang bekerja mirip Google Flights, tetapi untuk belanja: membantu pengguna menemukan harga termurah dan kode diskon dari berbagai ritel. Model bisnisnya mengandalkan komisi afiliasi dari setiap transaksi yang terjadi lewat platform.

Apa Itu Cookie Stuffing dan Kenapa Berbahaya?

Cookie stuffing adalah praktik menyisipkan cookie afiliasi ke perangkat pengguna tanpa sepengetahuan mereka. Dalam kasus Phia, ekstensi ini secara otomatis mengklaim komisi dari transaksi yang sebenarnya dihasilkan oleh afiliasi lain — atau bahkan dari kunjungan organik pengguna. Praktik ini tidak hanya merugikan afiliasi yang sah, tetapi juga merusak kepercayaan ekosistem pemasaran afiliasi secara keseluruhan. Di Indonesia, praktik serupa bisa melanggar UU ITE dan aturan perlindungan konsumen.

Kasus Phia menjadi pengingat bahwa tidak semua ekstensi browser yang menawarkan diskon atau perbandingan harga bekerja dengan transparan. Bagi pengguna di Indonesia yang gemar berbelanja online, penting untuk waspada terhadap ekstensi yang mengklaim komisi tanpa sepengetahuan — karena pada akhirnya, biaya komisi ini bisa dibebankan ke harga barang yang kita bayar.

Follow www.kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks