MALUKU — Puluhan pegawai Pelindo Cabang Belawan turun langsung menanam bibit pohon di sepanjang Jalan Stasiun Belawan. Lokasi ini merupakan area penyangga antara kawasan pelabuhan dan permukiman warga.
Executive General Manager PT Pelindo Regional 1 Cabang Belawan, Yusrizal, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia mengatakan, penanaman pohon bukan sekadar seremoni tahunan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendorong kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian kawasan Belawan," kata Yusrizal usai menanam pohon.
Menghijaukan Kawasan Pesisir yang Kritis
Belawan selama ini dikenal sebagai kawasan pesisir yang rawan abrasi dan penurunan kualitas udara. Aktivitas bongkar muat kapal serta lalu lintas truk kontainer setiap hari menghasilkan debu dan emisi karbon.
Pelindo memilih menanam 2.500 pohon sebagai upaya jangka panjang menekan dampak lingkungan itu. Yusrizal menekankan, keberhasilan program ini bergantung pada konsistensi perawatan dan keterlibatan warga sekitar.
"Penanaman pohon merupakan salah satu upaya yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan apabila dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak," ujarnya.
Pelindo Dorong Kepedulian Bersama
Perusahaan pelat merah ini tak hanya menanam, tapi juga mengajak komunitas dan warga Belawan ikut merawat pohon-pohon yang baru ditanam. Tanaman yang dipilih merupakan jenis pohon pesisir yang tahan angin laut dan mampu menyerap karbon tinggi.
Program ini menjadi bagian dari komitmen lingkungan Pelindo secara korporasi. Sebagai pengelola pelabuhan terbesar di Indonesia, tekanan terhadap ekosistem pesisir di wilayah kerjanya memang tak bisa dihindari.
Dengan menanam 2.500 pohon, Pelindo berharap kualitas udara di sekitar pelabuhan membaik dan risiko abrasi pantai bisa ditekan. Langkah ini juga menjadi contoh bagi perusahaan lain di kawasan industri Belawan untuk ikut serta dalam penghijauan.