Pencarian

Laba Timah Melonjak 804 Persen hingga Krakatau Steel Balik Untung, Ini Bukti Konsolidasi BUMN di Bawah Danantara Mulai Berbuah

Kamis, 13 Agustus 2026 • 11:17:31 WIB
Laba Timah Melonjak 804 Persen hingga Krakatau Steel Balik Untung, Ini Bukti Konsolidasi BUMN di Bawah Danantara Mulai Berbuah
Laba bersih PT Timah melonjak 804,7 persen menjadi Rp2,71 triliun pada semester I 2026.

MALUKU — Transformasi dan konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dijalankan pemerintah melalui Danantara mulai memperlihatkan dampak terukurnya. Laporan keuangan semester I 2026 mencatat sejumlah perusahaan pelat merah membukukan pertumbuhan laba signifikan, bahkan beberapa di antaranya berhasil keluar dari zona merah.

Data ini menjadi modal berharga bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di tahun kedua kepemimpinannya. Penataan struktur, efisiensi operasional, dan penguatan tata kelola yang dijalankan Danantara perlahan mengubah wajah korporasi negara.

Laba Bersih Melonjak Hingga Ratusan Persen

PT Timah menjadi bintang utama dengan pertumbuhan laba paling agresif. Perusahaan tambang pelat merah ini membukukan laba bersih Rp2,71 triliun pada semester I 2026, melonjak 804,7 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp300 miliar.

Di sektor pupuk, PT Pupuk Indonesia juga mencatatkan kinerja impresif. Laba bersih perusahaan naik 253 persen menjadi Rp8,51 triliun dari sebelumnya Rp2,41 triliun. Sektor semen turut bergerak positif, dengan PT Semen Indonesia membukukan kenaikan laba 196,5 persen dari Rp65,24 miliar menjadi Rp193,46 miliar.

PT Agrinas Palma Nusantara mencatat pertumbuhan laba 150 persen menjadi Rp890 miliar. Sektor jasa keuangan dan logistik juga tak ketinggalan. PT Pegadaian membukukan kenaikan laba 84,6 persen menjadi Rp6,59 triliun, PT Pelindo tumbuh 60,4 persen menjadi Rp2,57 triliun, dan PTPN IV PalmCo mencatat kenaikan laba 54 persen menjadi Rp3,23 triliun.

Perbankan ikut mencatatkan kinerja solid. Bank Tabungan Negara (BTN) menumbuhkan laba 40,8 persen menjadi Rp2,40 triliun, sementara Bank Mandiri membukukan kenaikan laba 24,3 persen menjadi Rp30,41 triliun. Di sektor energi bersih, PT Pertamina Geothermal Energy mencatat pertumbuhan laba 15,5 persen menjadi 79,61 juta dolar AS.

Krakatau Steel dan Kimia Farma Bangkit dari Kerugian

Yang tak kalah menggembirakan, sejumlah BUMN yang sebelumnya tertekan kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. PT Krakatau Steel berhasil membalikkan kinerja dari rugi sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp150 miliar hingga Rp185 miliar.

PT Kimia Farma juga berbalik arah dari rugi Rp135,61 miliar menjadi laba Rp54,07 miliar. Perubahan ini menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah memperbaiki perusahaan negara yang selama ini menghadapi persoalan struktural.

Streamlining Jadi Kunci Percepatan Perbaikan

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI Toto Pranoto menilai kinerja solid masih ditunjukkan BUMN blue chips yang menjadi motor penggerak pendapatan dan laba perusahaan negara.

“Misalnya kinerja Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan hasil tambang, sektor telco dan Pertamina,” ujar Toto di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Menurut Toto, kinerja BUMN di bawah Danantara masih berpeluang meningkat lebih jauh melalui proses streamlining atau penataan dan konsolidasi perusahaan negara agar operasional lebih efisien.

“Harapan saya supaya proses streamlining BUMN bisa dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan,” katanya.

Rangkaian capaian ini menegaskan bahwa reformasi BUMN yang dijalankan pemerintah bukan sekadar wacana. Konsolidasi melalui Danantara diharapkan tidak hanya meningkatkan laba, tetapi juga memperkuat efisiensi, tata kelola, serta daya saing perusahaan negara di tengah ketatnya persaingan global.

Follow www.kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tangselpos.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks