AMBON — Insiden pelayaran terjadi di Laut Banda saat Kapal Yuni Bahari menempuh rute dari Kota Ambon menuju Pulau Banda Neira. Laporan pertama diterima Koordinator Pos SAR Banda, Ezau Risamasu, dari seorang pelapor bernama Robo pada Sabtu sekitar pukul 12.55 WIT.
"Informasi kondisi membahayakan jiwa manusia ini kami terima dari Bapak Robo pada Sabtu sekitar pukul 12.55 WIT," kata Ezau, Minggu (2/8/2026).
Perjalanan 16,3 Mil Laut Menuju Titik Kejadian
Setelah laporan masuk, tim langsung bergerak menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju koordinat yang dilaporkan. Titik kejadian berada sekitar 16,3 mil laut dari posisi awal tim, dengan arah haluan 242,82 derajat menuju barat daya.
Proses pencarian berlangsung hingga kapal ditemukan dalam kondisi bocor namun masih mampu dipertahankan agar tidak tenggelam. Tim SAR kemudian melakukan evakuasi terhadap lima orang awak kapal dan mendampingi Kapal Yuni Bahari berlayar kembali menuju daratan terdekat.
Seluruh Awak Kapal Selamat dan Dipulangkan
Kapal akhirnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Rakyat Banda Neira. Kelima awak kapal yang dievakuasi langsung diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi sehat dan tanpa luka berarti.
Kejadian ini menambah catatan pentingnya kesiapsiagaan pelayaran antarpulau di wilayah Maluku, khususnya jalur Ambon–Banda yang kerap dilintasi kapal barang dan penumpang. Perairan selatan Pulau Run dikenal memiliki dinamika cuaca dan gelombang yang perlu diwaspadai pelaut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kebocoran lambung Kapal Yuni Bahari maupun langkah lanjutan dari pemilik kapal terkait perbaikan armada.