SAUMLAKI — Koordinator Pos SAR Saumlaki Wahyunan Samal membenarkan bahwa jasad korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIT di pesisir Pantai Desa Kabiarat. Korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Kami dari Pos SAR Saumlaki beserta unsur gabungan berhasil menyelesaikan operasi pencarian terhadap salah seorang warga KKT yang tenggelam sejak beberapa hari lalu," ujar Wahyunan dalam rilis yang diterima di Ambon, Kamis.
Kronologi Hilangnya Korban saat Mencari Kerang dan Ikan
Operasi pencarian dimulai setelah Pos SAR Saumlaki menerima laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Kabiarat pada 28 Juli 2026 sekitar pukul 10.55 WIT. Laporan tersebut menyebutkan dua warga desa, Luis Batseran dan Yoseph Atajalim, pergi mencari kerang laut dan menyelam untuk memanah ikan pada Senin (27/7) sekitar pukul 16.00 WIT.
Keduanya menyelam di sekitar perairan desa namun menuju arah yang berbeda. Hingga pukul 17.00 WIT, hanya Luis yang berhasil kembali ke rumah, sementara Yoseph tidak terlihat. Warga setempat kemudian melakukan pencarian pertama, namun operasi SAR hari pertama dan kedua belum membuahkan hasil.
Dua Kasus Tenggelam Serupa dalam Kurun Waktu Seminggu
Peristiwa ini merupakan kasus kedua dalam waktu berdekatan di wilayah KKT. Pada 26 Juli 2026, tim SAR gabungan juga melakukan operasi pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Kelusi yang ditemukan meninggal dunia setelah menyelam dan memanah ikan.
"Dua kasus yang sama ini tidak sampai seminggu, tetapi alhamdulillah berhasil dengan baik yang dilakukan secara bersama-sama dengan unsur gabungan dan berhasil menemukan para korban," kata Wahyunan.
Ia mengimbau warga pesisir, khususnya nelayan yang kerap menyelam, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut. Faktor kelelahan dan kondisi arus bawah laut kerap menjadi penyebab kecelakaan menyelam tradisional di wilayah kepulauan.