Pencarian

Rutan Ambon Bekali Warga Binaan dengan Budidaya Selada Hidroponik dan Kerajinan Limbah Kelapa

Kamis, 09 Juli 2026 • 23:34:31 WIB
Rutan Ambon Bekali Warga Binaan dengan Budidaya Selada Hidroponik dan Kerajinan Limbah Kelapa
Warga binaan Rutan Ambon belajar budidaya selada hidroponik sebagai keterampilan baru.

AMBON — Puluhan warga binaan di Rutan Kelas IIA Ambon kini tak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga belajar menjadi petani hidroponik dan perajin. Mereka dibekali keterampilan membudidayakan selada dengan sistem hidroponik dan mengolah tempurung serta sabut kelapa menjadi produk kerajinan.

Bekal Keterampilan Sejak Penyemaian Hingga Panen

Dalam program budidaya selada hidroponik, warga binaan dilibatkan secara penuh sejak proses penyemaian benih, perawatan, hingga masa panen. Sistem hidroponik dipilih karena lebih efisien dalam penggunaan lahan dan air, sekaligus menghasilkan tanaman yang sehat.

"Hasil panen selada nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun dikembangkan sebagai produk yang memiliki nilai jual," ujar Plt Kepala Rutan Ambon Jefry Persulessy di Ambon, Kamis.

Limbah Kelapa Disulap Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi

Tak hanya bertani, warga binaan juga mendapat pelatihan mengolah limbah kelapa. Berbagai bagian kelapa, seperti tempurung dan sabut, diubah menjadi produk kreatif. Program ini merupakan bentuk pelatihan kewirausahaan yang sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan limbah.

"Kami berharap warga binaan memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha serta menjalani kehidupan yang lebih mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat," kata Jefry.

Keterampilan yang Relevan dengan Potensi Daerah

Petugas Pembinaan Rutan Ambon Rano menjelaskan, program ini disusun dengan mempertimbangkan potensi daerah Maluku. Menurutnya, budidaya hidroponik dan pengolahan limbah kelapa merupakan keterampilan yang relatif mudah dipelajari dan memiliki prospek ekonomi yang baik.

"Kami berharap keterampilan ini dapat menjadi bekal yang berguna bagi warga binaan setelah bebas nanti," katanya.

Warga Binaan Akui Dapat Pengalaman Baru

Salah seorang warga binaan, Clifort, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui program tersebut. Ia belajar menanam selada dengan sistem hidroponik dari awal hingga panen, serta mengolah limbah kelapa menjadi kerajinan.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan yang bisa saya gunakan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat," ujarnya.

Melalui pembinaan berbasis hortikultura dan pengolahan limbah kelapa ini, Rutan Kelas IIA Ambon berupaya menciptakan warga binaan yang produktif, kreatif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

Follow www.kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks