Pencarian

Komunitas Kalesang Maluku Angkat Tradisi Hela Rotan Aboru Jadi Tari Kreasi, 39 Penari Tampil Perdana di Ambon

Senin, 06 Juli 2026 • 15:19:01 WIB
Komunitas Kalesang Maluku Angkat Tradisi Hela Rotan Aboru Jadi Tari Kreasi, 39 Penari Tampil Perdana di Ambon
penari menampilkan tari kreasi Hela Rotan perdana di Taman Budaya Ambon.

AMBON — Tradisi hela rotan yang selama ini dikenal sebagai permainan tarik-menarik antarwarga di Negeri Aboru, Kabupaten Maluku Tengah, kini dikemas ulang menjadi pertunjukan tari. Komunitas Kalesang Maluku yang menggagasnya ingin nilai-nilai kebersamaan dalam tradisi itu tetap hidup lewat medium seni kontemporer.

Ketua Komunitas Kalesang Maluku, Pemilaun Vigel Faubun, mengatakan proses kreatif tari Hela Rotan didasari riset terhadap sejarah dan makna filosofis tradisi tersebut. Menurutnya, hela rotan bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan simbol persatuan dan kekeluargaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Makna Filosofis di Balik Tarikan Rotan

"Hasil penelitian pribadi yang saya lakukan menunjukkan bahwa Hela Rotan bukan sekadar tradisi menarik rotan bersama. Di dalamnya ada nilai kekeluargaan, persatuan, kebersamaan, dan kerinduan masyarakat untuk tetap hidup dalam ikatan yang kuat," ujar Vigel dalam Dialog Budaya di Pro 4 RRI Ambon, 3 Juli lalu.

Ia menjelaskan, kehidupan masyarakat pesisir menjadi inspirasi utama Kalesang Maluku dalam menciptakan karya tari. Aktivitas melaut, memancing, hingga perempuan mengumpulkan hasil laut turut diangkat menjadi pertunjukan yang memiliki nilai edukasi dan hiburan.

Kolaborasi Lintas Generasi di Panggung Perdana

Penampilan perdana tari kreasi Hela Rotan digelar dalam Pagelaran Seni dan Literasi (Gensi) yang diselenggarakan Yayasan Elpidos pada 20 Juni lalu di Taman Budaya Ambon. Vigel mengatakan, pertunjukan itu merupakan kolaborasi antara Komunitas Kalesang Maluku dengan para pelajar SMA Negeri 19 Maluku Tengah asal Negeri Aboru.

"Yayasan Elpidos meminta sebuah pertunjukan yang memiliki ciri khas Maluku. Karena ketua yayasan berasal dari Aboru, kami sepakat mengangkat Hela Rotan menjadi karya tari agar masyarakat mengenal budaya Aboru melalui seni pertunjukan," katanya.

Dalam pertunjukan itu, 39 penari menampilkan tari kreasi yang dipadukan dengan atraksi tradisi Hela Rotan secara langsung di atas panggung. Namun, penampilan berikutnya belum dapat menghadirkan seluruh anggota tim lantaran kendala transportasi dan cuaca buruk di perairan Maluku. Sebanyak 12 penari dari Aboru tidak bisa bergabung, sehingga tim harus menyesuaikan pola lantai dan formasi pertunjukan.

Harapan Melestarikan Budaya Lewat Seni Tari

Vigel berharap semakin banyak tradisi lokal Maluku yang dapat didokumentasikan dan dikembangkan menjadi karya seni kreatif tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya warisan leluhur. "Melalui seni tari, kami ingin memperkenalkan budaya Maluku kepada masyarakat luas sekaligus menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap identitas budayanya sendiri," tutupnya.

Follow www.kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks