MALUKU — Dua smartphone Xiaomi yang belum diumumkan secara resmi, dengan nomor model M511CD dan M098FE, tercatat dalam database sertifikasi 3C China. Keduanya masing-masing memiliki nomor sertifikat 2026011606877463 dan 2026011606877926. Bersamaan dengan itu, perangkat Honor dengan nomor model MRK-AN00 juga muncul dengan nomor sertifikat 2026011606877953.
Arti Penting Sertifikasi 3C bagi Produk Baru
Sertifikasi 3C (China Compulsory Certification) merupakan izin wajib yang harus dimiliki perangkat elektronik sebelum dipasarkan di China. Keberadaan daftar ini biasanya menjadi indikator awal bahwa produk sudah memasuki tahap akhir persiapan produksi massal.
Meski begitu, ketiga perangkat ini belum mengungkap spesifikasi teknis apapun dalam dokumen sertifikasi tersebut. Informasi seperti kapasitas baterai, dukungan pengisian daya cepat, atau detail prosesor masih menjadi misteri hingga bocoran atau pengumuman resmi muncul kemudian.
Xiaomi M511CD dan M098FE: Dua Varian yang Berbeda?
Kedua model Xiaomi yang muncul kemungkinan besar mewakili segmen harga yang berbeda. Nomor model M511CD dan M098FE tidak mengikuti pola penamaan seri Redmi atau Xiaomi yang sudah dikenal, sehingga sulit ditebak apakah ini bagian dari lini flagship, kelas menengah, atau entry-level.
Spekulasi awal menyebutkan bahwa salah satunya bisa menjadi penerus Redmi Note series atau bahkan model baru dari sub-merek Poco. Namun, tanpa data pendukung dari lembaga sertifikasi lain seperti TENAA, identitas pasti kedua perangkat ini masih abu-abu.
Honor MRK-AN00: Kandidat Ponsel Lipat atau Flagship?
Honor membawa nomor model MRK-AN00 yang juga belum diketahui secara pasti identitasnya. Pola nomor ini mirip dengan seri Honor Magic atau Honor 200 series yang sebelumnya dirilis.
Beberapa pengamat menduga MRK-AN00 bisa menjadi ponsel lipat generasi baru Honor atau varian flagship dengan spesifikasi kamera tinggi. Kehadirannya di 3C menandakan bahwa Honor masih agresif memperbarui lini produknya meskipun persaingan di pasar China semakin ketat.
Kapan Rilis di Indonesia?
Sertifikasi 3C hanya berlaku untuk pasar China. Untuk masuk ke Indonesia, perangkat-perangkat ini masih harus melewati proses sertifikasi TKDN, Postel, dan izin dari Kementerian Komunikasi dan Digital.
Biasanya, jeda antara munculnya sertifikasi 3C dan peluncuran global berkisar antara satu hingga tiga bulan. Jika pola ini berlaku, konsumen Indonesia kemungkinan baru bisa melihat ponsel-ponsel tersebut pada kuartal kedua atau ketiga 2026, tergantung strategi distribusi masing-masing merek.
Yang Perlu Diperhatikan Pembeli
Bagi yang sedang menunggu rekomendasi HP baru, kehadiran tiga perangkat ini di 3C menjadi pertanda positif bahwa pilihan akan bertambah. Namun, tanpa spesifikasi dan harga resmi, keputusan beli sebaiknya ditunda hingga pengumuman resmi atau bocoran detail yang lebih kredibel muncul.
Pasar ponsel 2026 diprediksi akan diramaikan oleh perangkat dengan kecerdasan buatan (AI) on-device dan peningkatan kemampuan kamera. Kedua ponsel Xiaomi dan satu Honor ini kemungkinan besar akan membawa fitur-fitur tersebut untuk bersaing di segmennya masing-masing.