AMBON — Proses seleksi ketat di tingkat pusat akhirnya meloloskan 42 dari 43 calon siswa (Casis) asal Maluku. Satu orang lainnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada aspek kesehatan. Kepastian ini diumumkan dalam sidang penentuan akhir (Pantukhir) yang digelar Panitia Pusat Penerimaan Cata Gelombang II TA 2026 di Gedung Oentoro Koesmardjo, Lanal Malang.
Standarisasi Ketat dari Daerah hingga Pusat
Seluruh tahapan pengujian, baik di tingkat daerah maupun pusat, menerapkan standarisasi tinggi. Tujuannya memastikan setiap personel yang lolos benar-benar siap mengabdi di medan tugas TNI AL. Dari total 1.027 peserta yang dinyatakan lolos seleksi pusat secara nasional, 42 di antaranya berasal dari Panda Kodaeral IX Ambon.
Aspers Dankodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Rojilun, yang mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., mendampingi langsung para casis selama proses sidang di Malang. Ia mengungkapkan bahwa satu peserta dari Maluku gugur pada tahap akhir karena faktor kesehatan.
Pesan Dankodaeral IX: Jadilah Prajurit Jalasena yang Tanggap, Tanggon, Trengginas
“Dari 43 Casis Tamtama Panda Kodaeral IX yang dikirimkan, sebanyak 42 personel dinyatakan lolos dan akan melanjutkan pendidikan militer di Puslatdiksarmil Kodiklatal, sementara satu peserta lainnya belum memenuhi kualifikasi aspek kesehatan (TMS Kes),” ungkap Kolonel Laut (KH) Rojilun.
Komandan Kodaeral IX di Mako Kodaeral IX menyampaikan ucapan selamat secara khusus kepada 42 pemuda Maluku tersebut. “Selamat menjalani pendidikan, tingkatkan semangat, disiplin, jaga kesehatan kalian selama menjalani pendidikan, jadilah prajurit Jalasena yang tanggap, tanggon, dan trengginas bagi kejayaan TNI AL di masa depan,” terangnya.
Kegagalan Bukan Akhir: Evaluasi Kesehatan Jadi Catatan Berharga
Bagi satu casis yang belum berhasil, Dankodaeral IX memberikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan selama proses seleksi. Ia menekankan bahwa kegagalan di fase akhir bukanlah akhir dari segalanya.
“Kegagalan di fase akhir seleksi pusat tentu menjadi hal yang berat bagi anak-anakku yang telah berjuang sejauh ini. Namun, hal ini bukanlah akhir dari segalanya, masih ada peluang dan harapan lain yang harus diperbaiki dan diperjuangkan, tetap semangat,” terangnya.
Evaluasi kesehatan yang menjadi kendala kali ini, lanjutnya, merupakan catatan berharga untuk diperbaiki dan dipersiapkan dengan lebih matang ke depan. “Bagi Casis yang belum terpilih, tetap jaga semangat, pelihara kondisi fisik dan mental, serta jangan berkecil hati. Pengabdian kepada bangsa dan negara memiliki banyak dimensi, dan kesempatan untuk kembali berkompetisi di gelombang berikutnya masih terbuka lebar. Kegagalan hari ini adalah sukses yang tertunda bagi mereka yang menolak untuk menyerah,” pungkasnya.