MALUKU — Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengungkapkan komunikasi dengan BNPB terus dilakukan sejak api mulai membesar. "Saya sudah mencoba terus-menerus komunikasi dengan BNPB, sambil minta laporan lapangan untuk penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin," katanya di Tangerang, Selasa (30/6).
Kendala Medan dan Asap Pekat di Puncak Tumpukan Sampah
Menurut Taufik, bentuk tumpukan sampah yang menyerupai gunung menjadi hambatan utama bagi armada pemadam darat. "Dengan posisi tumpukan sampah seperti gunung menjadi kendala. Kesulitan kami untuk menjangkau ke atas kendaraan, sementara selang sudah cukup panjang juga, tetapi memang karena pekatnya asap kami susah mengakses ke titik lokasi," jelasnya.
Kondisi ini membuat penyemprotan dari udara dinilai sebagai solusi paling efektif. Pihaknya berharap BNPB segera mengirimkan helikopter untuk melakukan water bombing langsung ke pusat api yang sulit dijangkau.
"Saya sudah berupaya ke BNPB untuk membantu mendatangkan helikopter, penyemprotan air dari atas. Dengan kondisi yang kesulitan armada kami untuk mendekat api itu," terang Taufik.
Diduga Dipicu Gas Metana Akibat Cuaca Ekstrem
Berdasarkan investigasi awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh gas metana yang terbakar akibat suhu udara yang sangat tinggi. "Apabila sudah panas yang begitu tinggi, maka dari tumpukan sampah itu, timbunan keluarlah asap. Dan lama-lama ini kan menjadi api dan terus-menerus akan merambat ke lokasi-lokasi yang lain," kata Taufik.
Gas metana atau senyawa hidrokarbon yang mudah terbakar memang kerap terperangkap di dalam tumpukan sampah organik. Saat cuaca ekstrem panas melanda, tekanan dan panas memicu gas tersebut keluar dan menyulut api, yang kemudian menjalar ke area lain di TPA.
Pasokan Air Masih Aman, Akses Jalan Mulai Diperlebar
Meski akses pemadaman dari darat sulit, Taufik memastikan pasokan sumber air relatif aman dan dapat dijangkau. "Sumber air relatif bisa dijangkau dan aman. Walaupun jalannya agak kecil, tapi masih bisa kita akses," ujarnya.
Petugas pemadam di lapangan terus berupaya memperlebar akses jalan menuju titik api agar mobil pemadam bisa mendekat. Namun, hingga Selasa sore, api masih terlihat cukup besar di beberapa titik, terutama di area puncak tumpukan yang belum tersentuh semprotan air dari darat.
BPBD Kabupaten Tangerang belum memberikan estimasi waktu pemadaman selesai. Keputusan kini bergantung pada respons BNPB terhadap permintaan bantuan helikopter yang sudah diajukan.