Penjualan Listrik PLN Maluku dan Maluku Utara Tumbuh 12,65 Persen di Semester I 2026, Tembus 892,84 Juta kWh

Penulis: Ragil  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:37:31 WIB
Penjualan listrik PLN di Maluku dan Maluku Utara mencapai 892,84 juta kWh pada Semester I 2026.

AMBON — Kebutuhan listrik masyarakat di Maluku dan Maluku Utara terus menguat. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) mencatat penjualan tenaga listrik mencapai 892,84 juta kilowatt hour (kWh) sepanjang Semester I 2026, atau tumbuh 12,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 792,54 juta kWh.

Pertumbuhan ini tidak lepas dari bertambahnya jumlah pelanggan. Hingga Juni 2026, PLN UIW MMU melayani 908.678 pelanggan, naik signifikan dari 861.051 pelanggan pada Juni 2025.

General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, mengatakan angka tersebut mencerminkan pergeseran peran listrik dari sekadar kebutuhan dasar menjadi penopang aktivitas produktif masyarakat.

“Listrik tidak hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai aktivitas produktif, mulai dari rumah tangga, usaha, hingga pembangunan daerah,” ujar Noer di Ambon, Selasa (4/8/2026).

Rumah Tangga Mendominasi Tambahan 47 Ribu Pelanggan Baru

Sektor rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan 849.617 pelanggan. Disusul sektor bisnis sebanyak 28.347 pelanggan, pemerintah 9.057 pelanggan, layanan khusus 692 pelanggan, dan industri 233 pelanggan.

Tambahan pelanggan baru yang mencapai 47.627 ini tersebar di wilayah dengan karakteristik geografis kepulauan yang menantang. PLN mengoperasikan 7 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), 34 Unit Layanan Pelanggan (ULP), dan 168 sistem kelistrikan untuk menjangkau pelanggan di berbagai pulau.

“Memberikan pelayanan kelistrikan di wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri. Namun, hal tersebut menjadi semangat bagi PLN untuk terus meningkatkan keandalan sistem, memperkuat infrastruktur kelistrikan, serta menghadirkan layanan yang semakin mudah dan cepat bagi masyarakat,” jelasnya.

Keandalan Pasokan Jadi Fondasi Ekonomi Daerah

Noer menekankan bahwa ketersediaan pasokan listrik yang andal menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Menurutnya, tanpa pasokan yang stabil, roda usaha kecil hingga industri tidak dapat berjalan optimal.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin baik. PLN ingin terus menjadi bagian dari kemajuan dan pertumbuhan masyarakat di Maluku dan Maluku Utara,” tambahnya.

Di tengah upaya memperkuat pasokan, PLN juga mendorong transformasi layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat membayar tagihan, membeli token, mengajukan pasang baru, hingga menyampaikan pengaduan tanpa harus datang ke kantor PLN.

Ke depan, PLN UIW MMU berkomitmen memperluas akses listrik dan menghadirkan inovasi layanan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat secara berkelanjutan di wilayah kepulauan.

Reporter: Ragil
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top