AMBON — Kepala BBRMP Maluku Gunawan mengungkapkan angka tersebut berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi terbaru yang melibatkan lintas instansi. Tim gabungan tidak hanya mengecek perkembangan fisik di lapangan, tetapi juga memberikan masukan teknis agar pembangunan lahan sesuai standar dan tidak terkendala saat musim tanam tiba.
"Hasil pemantauan menunjukkan progres pekerjaan cetak sawah telah mencapai 34,5 hektare atau 24 persen dari target 141 hektare," kata Gunawan di Ambon, Selasa.
Monitoring tidak dilakukan sendiri. BBRMP Maluku menggandeng Balai Pengujian Lahan dan Iklim Pertanian (BPLIP) Kelas II Mataram, Topdam XVI/Pattimura, hingga dosen Universitas Pattimura. Dari unsur keamanan, turut hadir Kodim 1502/Masohi dan Koramil 1502-07/Werinama.
Keterlibatan TNI dalam tim ini dinilai krusial, mengingat luas lahan yang dikerjakan cukup besar dan tersebar. Pendampingan dari akademisi juga diharapkan memastikan kualitas tanah benar-benar siap dijadikan sawah produktif, bukan sekadar lahan terbuka.
Lahan yang sedang dibangun nantinya tidak akan dikelola secara terpusat. Gunawan menyebutkan, sebanyak tujuh kelompok tani yang ada di Negeri Batu Asa akan menjadi penggarap utama. Mereka diharapkan mampu menjadikan kawasan ini sebagai sentra produksi pangan baru di Kabupaten Seram Bagian Timur.
"Lahan sawah yang sedang dibangun nantinya akan dikelola oleh tujuh kelompok tani sebagai sentra produksi pangan baru di Kabupaten Seram Bagian Timur," ujarnya.
Keberadaan sentra pangan baru ini menjadi penting bagi SBT yang selama ini masih bergantung pada pasokan beras dari luar daerah. Dengan adanya cetak sawah, ketahanan pangan di tingkat kabupaten diharapkan menguat.
Program cetak sawah di Werinama merupakan bagian dari instruksi pemerintah pusat untuk memperluas areal tanam padi. Langkah ini diambil untuk menekan laju ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar pulau serta mendongkrak produksi beras nasional.
"Program cetak sawah juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka lahan pertanian baru untuk mendukung peningkatan produksi padi dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah," ucap Gunawan.
BBRMP Maluku berkomitmen mendampingi para petani hingga pekerjaan fisik selesai. Setelah lahan dinyatakan rampung, fokus berikutnya adalah memastikan kelompok tani bisa segera turun ke sawah dan melakukan tanam perdana.