MASOHI — PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan stok BBM di Fuel Terminal (FT) Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, dalam kondisi aman. Kepadatan yang terpantau di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) beberapa hari terakhir disebut murni akibat antrean kendaraan, bukan karena pasokan yang menipis.
Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menyampaikan ketahanan stok untuk seluruh jenis produk mencapai lebih dari 11 hari. Pihaknya juga menyiagakan suplai tambahan apabila dibutuhkan untuk mengurai kepadatan.
Kepadatan terjadi karena SPBU di Kota Masohi menjadi satu-satunya gerai reguler yang melayani penyaluran BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Biosolar. Kondisi ini berbeda dengan wilayah lain yang memiliki lebih dari satu SPBU untuk melayani kendaraan bermotor.
“Kepadatan terpantau melalui CCTV di SPBU, namun penyaluran BBM khususnya subsidi tetap berjalan setiap hari sesuai jam operasional. Untuk mengurai kepadatan, FT Masohi stoknya terus dijaga baik dan dalam kondisi siaga apabila dibutuhkan suplai tambahan,” ujar Ispiani, Selasa (4/8/2026).
Selain memastikan pasokan, Pertamina memperketat pengawasan penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran. Lebih dari 60 nomor polisi kendaraan yang terindikasi melakukan pembelian tidak sesuai aturan di Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Ambon telah diblokir.
Langkah ini diambil untuk menjaga kuota yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Pertamina menegaskan pengawasan tidak hanya dilakukan internal, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
“BBM bersubsidi ini harga jualnya didukung oleh peran Pemerintah, sehingga transparansi penyalurannya harus dijaga. Pertamina Patra Niaga secara rutin mengecek apakah penyalurannya sudah sesuai, bahkan lebih dari 60 nomor polisi kendaraan yang terindikasi melakukan pembelian tidak sesuai aturan di wilayah Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Ambon sudah diblokir. Ini yang kami terus perkuat,” jelasnya.
Menjelang akhir tahun, potensi peningkatan konsumsi BBM menjadi perhatian. Pertamina terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk mengevaluasi kebutuhan kuota, sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Hal ini dinilai penting agar distribusi tetap merata dan seluruh pengguna kendaraan dapat terlayani dengan baik.
“Kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga keandalan pasokan serta memastikan penyaluran dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” tandasnya.