BBRMP Maluku Temukan Embung Ablel Kekeringan Saat Pantau Irigasi Perpompaan di Tual, Bantuan Petani Masih Tertahan

Penulis: Fajar  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 08:15:01 WIB
Tim BBRMP Maluku menemukan Embung Ablel di Kota Tual mengalami kekeringan saat pemantauan irigasi perpompaan.

TUAL — Program irigasi perpompaan yang digadang-gadang meningkatkan indeks pertanaman di Kota Tual menghadapi dua persoalan sekaligus. BBRMP Maluku mencatat proses pencairan bantuan untuk kelompok tani belum juga terealisasi, sementara sumber air pendukung justru mulai mengering.

Kepala BBRMP Maluku Gunawan mengatakan, pemantauan yang dilakukan timnya menyasar tiga kelompok tani di Desa Fiditan, yakni Kelompok Tani Kampung Baru, Kelompok Tani Sumber Rejeki, dan Kelompok Tani Ablel Sukses. Hasilnya, ketiganya masih menunggu tahapan awal program tersebut.

“Hasil pemantauan menunjukkan ketiga kelompok tani masih menunggu proses pencairan bantuan sebagai tahapan awal pelaksanaan program,” kata Gunawan di Ambon, Minggu.

Embung Kering Mengancam Pasokan Air

Persoalan tak berhenti pada birokrasi. Tim BBRMP Maluku menemukan fakta lain di lapangan: Embung Ablel yang selama ini menjadi andalan sumber air bagi lahan pertanian mengalami kekeringan.

Gunawan menyebut kondisi ini tidak hanya berdampak pada Kelompok Tani Ablel Sukses, tetapi juga kelompok tani lain di sekitarnya yang memanfaatkan sumber air yang sama. “Kondisi tersebut diperkirakan tidak hanya berdampak pada Kelompok Tani Ablel Sukses, tetapi juga kelompok tani lain di sekitarnya yang memanfaatkan sumber air yang sama,” ujarnya.

Pencairan Bantuan Kunci Percepatan Pembangunan

BBRMP Maluku berharap proses pencairan bantuan dapat segera direalisasikan. Gunawan menegaskan, kelancaran pendanaan menjadi kunci agar pembangunan sarana irigasi perpompaan berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.

“Kami akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap pelaksanaan program di lapangan, agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pertanian di Kota Tual,” ucapnya.

Hasil Pemantauan Jadi Bahan Evaluasi

Temuan di lapangan tersebut akan menjadi dasar bagi BBRMP Maluku untuk menyusun langkah penanganan, khususnya terkait persoalan ketersediaan air di Kota Tual. Evaluasi ini juga dimaksudkan untuk mempercepat pelaksanaan program secara keseluruhan.

Program Irigasi Perpompaan sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air atau rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga pendamping, dan kelompok tani, program ini diharapkan dapat berjalan optimal sehingga mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di Maluku.

Reporter: Fajar
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top