AMBON — BKHIT Maluku menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis bagi para eksportir. Komitmen ini disampaikan dalam rapat koordinasi Tim Percepatan Ekspor yang dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Maluku Nomor 181 Tahun 2026.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan menekankan, kelancaran ekspor tidak hanya bertumpu pada potensi alam. Kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci agar seluruh proses pengiriman barang ke luar negeri berjalan sesuai ketentuan.
"Percepatan ekspor tidak hanya bergantung pada potensi komoditas, tetapi juga pada kuatnya sinergi antarinstansi. BKHIT Maluku siap menjadi mitra strategis dalam memastikan setiap komoditas yang diekspor memenuhi persyaratan sehingga mampu bersaing di pasar global," ujarnya di Ambon, Sabtu.
Willy menjelaskan, pihaknya bertanggung jawab atas tindakan karantina, pemeriksaan kesehatan media pembawa, hingga penerbitan sertifikat kesehatan. Sertifikat ini menjadi syarat wajib yang diminta negara tujuan.
Pelayanan yang cepat dan profesional menjadi faktor krusial untuk memperlancar arus perdagangan internasional. "Kami terus melakukan penyederhanaan pelayanan tanpa mengurangi aspek pengawasan. Dengan demikian pelaku usaha memperoleh kepastian layanan, sementara komoditas yang dikirim tetap memenuhi persyaratan teknis dan kesehatan sesuai ketentuan internasional," kata Willy.
Maluku memiliki sejumlah komoditas berorientasi ekspor bernilai ekonomi tinggi. Dari sektor perkebunan, ada pala, cengkih, dan kelapa. Dari sektor perikanan, tuna, cakalang, rumput laut, dan mutiara menjadi primadona di pasar global.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Achmad Jais Ely menilai momen ini menjadi momentum penguatan koordinasi lintas sektor. Pembenahan tata niaga dan peningkatan kualitas komoditas perlu terus dilakukan agar potensi ekspor meningkat secara berkelanjutan.
“Melalui forum ini diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antarinstansi, sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekspor, memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan demi terwujudnya Maluku yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” kata Achmad.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Maluku sepanjang 2025 mencapai 55,63 juta dolar AS. Memasuki triwulan I 2026, angkanya tercatat 10,79 juta dolar AS dengan perkembangan yang berfluktuasi setiap bulan.
Sinergi yang diperkuat ini diharapkan mampu menstabilkan sekaligus meningkatkan kinerja ekspor Maluku ke depan. Perluasan akses pasar dan jaminan kualitas produk menjadi fokus utama agar komoditas daerah semakin kompetitif.