SERAM BAGIAN TIMUR — Wilayah pesisir Maluku kembali diguncang aktivitas seismik. Kali ini, gempa bumi dengan magnitudo 5,5 tercatat berada di kedalaman laut, tepatnya 44 kilometer Barat Laut Seram Bagian Timur. Getarannya dilaporkan dirasakan oleh masyarakat, meski BMKG belum merilis data intensitas dalam skala MMI (Modified Mercalli Intensity).
Kepastian mengenai tidak adanya potensi tsunami menjadi kabar yang sedikit meredakan kekhawatiran warga pesisir yang selama ini akrab dengan ancaman gelombang besar pasca-gempa. Namun, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama, terutama terhadap kondisi bangunan tempat tinggal yang mungkin telah melemah akibat getaran.
Dalam rilis resminya, BMKG mengeluarkan himbauan yang menekankan pada langkah antisipasi pasca-gempa. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Lebih lanjut, instansi tersebut menginstruksikan warga untuk menghindari bangunan yang terlihat retak atau rusak akibat getaran. Sebelum kembali ke dalam rumah, setiap orang diingatkan untuk memeriksa dan memastikan bahwa struktur bangunan tempat tinggalnya cukup tahan gempa dan tidak mengalami kerusakan yang membahayakan kestabilan.
Getaran gempa, meski tidak berpotensi tsunami, seringkali meninggalkan kerusakan struktural yang tak terlihat secara kasat mata. Retakan halus pada dinding atau fondasi bisa menjadi celah fatal yang menyebabkan bangunan ambruk saat gempa susulan terjadi.
Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh terhadap tiang penyangga, sambungan antar ruangan, dan kondisi atap menjadi langkah krusial. Langkah ini tidak hanya berlaku di Seram Bagian Timur, tetapi juga di wilayah lain yang merasakan getaran, mengingat intensitas guncangan bisa berbeda-beda di setiap titik.
Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG melalui kanal-kanal terpercaya. Jangan mudah terprovokasi oleh berita bohong yang justru akan menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. Keselamatan adalah prioritas utama, dan memastikan rumah aman dihuni adalah langkah pertama untuk kembali beraktivitas normal.