AMBON — BPC GMKI Ambon Masa Bakti 2026–2028 resmi menggelar Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bertema "Penerapan Pengelolaan Lingkungan di Industri" secara virtual, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh Bidang Agraria Maritim dan diikuti kader serta anggota aktif GMKI Cabang Ambon.
Ketua Bidang Agraria Maritim Leonard Manuputty bersama Sekretaris Bidang Radhy Ayal dan jajaran fungsionaris BPC GMKI Ambon menempatkan pelatihan ini sebagai program strategis untuk membekali kader dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Andreas Ronaldo Pratama Lakafin, S.ST., M.Sc., yang berperan sebagai narasumber, menyampaikan materi seputar penerapan standar keselamatan kerja di lingkungan industri serta pengelolaan lingkungan hidup. Sesi ini dirancang interaktif, mencakup pembukaan, pemaparan materi, hingga diskusi dua arah antara peserta dan pemateri.
Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan prinsip K3 dan kepedulian lingkungan saat terjun ke dunia profesional.
Ketua Cabang BPC GMKI Ambon Renno L. Z. Patty menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam mempersiapkan kader yang unggul. Ia menyebut pelatihan ini menjadi bekal agar kader memiliki kapasitas kepemimpinan, intelektualitas, sekaligus kompetensi profesional yang dibutuhkan dunia kerja.
Langkah ini dinilai penting di tengah meningkatnya kebutuhan industri akan tenaga kerja yang memahami aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan. GMKI Ambon berupaya menjawab tantangan tersebut melalui program pembinaan yang terstruktur sejak dini.
Pelatihan K3 ini menjadi salah satu program unggulan Bidang Agraria Maritim dalam periode kepengurusan 2026–2028. Selain memperkuat kapasitas internal, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi kader untuk memperluas wawasan mengenai regulasi dan praktik industri berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat dari jalannya sesi diskusi yang berlangsung aktif. Ke depan, BPC GMKI Ambon diharapkan terus menghadirkan program serupa untuk menjawab kebutuhan kompetensi kader di berbagai sektor.