MASOHI — Rencana pembentukan unit layanan imigrasi di Kota Masohi memasuki babak konkret. Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Maluku, Gindo Ginting, menggelar audiensi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah di Ruang Rapat Bupati pada Kamis (30/7/2026) untuk membahas percepatan realisasi layanan tersebut.
Gindo menilai kehadiran unit layanan di Masohi bukan sekadar soal memangkas jarak administrasi. Pertumbuhan aktivitas masyarakat, iklim investasi, dan mobilitas orang asing yang meningkat membutuhkan penanganan yang lebih efisien dan pengawasan ketat.
"Kehadiran layanan keimigrasian di Masohi merupakan kebutuhan strategis, bukan hanya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat pengawasan terhadap orang asing, mendukung iklim investasi yang sehat, serta mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran keimigrasian," ujarnya dalam keterangan yang diterima MalukuTerkini.com.
Pembentukan unit layanan ini juga menyasar pada upaya pencegahan kejahatan transnasional. Gindo menegaskan pengawasan yang lebih mendalam diperlukan untuk mengantisipasi potensi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) maupun Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) di Maluku Tengah.
Untuk mewujudkan hal itu, sinergi antara instansi imigrasi dan pemerintah daerah menjadi kunci utama. "Diperlukan sinergi yang kuat antara Imigrasi dan Pemerintah Daerah," tegas Gindo.
Pemkab Maluku Tengah merespons positif rencana tersebut. Komitmen untuk memfasilitasi percepatan operasional unit layanan dinyatakan secara tegas, termasuk dukungan teknis berupa penyediaan lahan atau gedung sarana operasional.
Dukungan ini diyakini mampu meningkatkan mutu pelayanan publik bagi masyarakat lokal. Di sisi lain, tata kelola pengawasan keberadaan WNA dan tenaga kerja asing diharapkan menjadi lebih tertata dan efektif.
Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Zahlul Iksan, serta perwakilan Kesbangpol turut hadir dalam pertemuan tersebut. Kehadiran mereka menandakan keseriusan pemerintah daerah dalam menyambut layanan baru ini.
Sektor pariwisata daerah juga menyambut baik rencana ini. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tengah, JR Wattimena, menilai keberadaan unit layanan imigrasi di Masohi akan menjadi angin segar bagi industri wisata.
Apalagi, perhelatan event internasional Sail Darwin–Banda dijadwalkan berlangsung pada 1–8 Agustus 2026. Kehadiran layanan imigrasi dinilai akan mempermudah kepengurusan dokumen administrasi bagi wisatawan mancanegara.
"Kepengurusan dokumen dan administrasi keimigrasian bagi wisatawan mancanegara akan jauh lebih praktis dan ramah turis," kata Wattimena. Hal ini dinilai mampu menggenjot potensi pariwisata daerah secara signifikan dalam waktu dekat.