Unpatti Wisuda 1.036 Lulusan di Ambon, Rektor Minta Ijazah Tak Cuma Jadi Hiasan Dinding dan Targetkan Masuk Jajaran Universitas Kelas Dunia

Penulis: Ragil  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 15:01:31 WIB
lulusan Universitas Pattimura resmi dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode Juli 2026 di Ambon.

AMBON — Sebanyak 1.036 lulusan Universitas Pattimura (Unpatti) resmi dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode Juli 2026 yang berlangsung di kampus Poka, Ambon, Rabu (29/7/2026). Ratusan alumni baru ini terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sarjana hingga doktor.

Rektor Unpatti, dalam sambutannya, menyoroti tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Ia meminta para wisudawan untuk tidak berpuas diri dan langsung bergerak menciptakan peluang.

Komposisi Lulusan: 7 Doktor dan 29 Dokter Baru

Dari total 1.036 lulusan, mayoritas berasal dari Program Sarjana sebanyak 899 orang. Selanjutnya, 98 lulusan dari Program Magister, tujuh orang dari Program Doktor, tiga lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan 29 lulusan dari Program Pendidikan Profesi Dokter.

Kehadiran lulusan dokter dan dokter spesialis ini dinilai strategis untuk memperkuat layanan kesehatan di Maluku yang masih menghadapi keterbatasan tenaga medis di sejumlah daerah terpencil.

Ijazah Bukan Sekadar Simbol, tapi Alat Perubahan

Rektor menegaskan bahwa gelar akademik yang baru disandang harus berbanding lurus dengan kontribusi nyata di lapangan. “Jangan sampai ijazah ini hanya menjadi hiasan di dinding. Jadilah agen perubahan yang mampu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” pesannya dalam pidato wisuda.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan di Maluku, seperti kesenjangan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia, membutuhkan peran aktif dari para cendekiawan muda.

Target Ambisius: Unpatti Menuju Universitas Kelas Dunia

Di luar seremoni wisuda, Rektor Unpatti kembali menegaskan target institusinya untuk masuk dalam jajaran universitas kelas dunia. Ia menyebut transformasi digital, riset berbasis potensi lokal, dan internasionalisasi kampus sebagai tiga pilar utama yang tengah dipercepat.

“Kami tidak ingin hanya menjadi universitas besar di Indonesia Timur. Kami ingin lulusan Unpatti diakui secara global, dan riset kami mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Para Alumni?

Pihak universitas mendorong para lulusan untuk segera mendaftarkan diri ke bursa kerja atau melanjutkan studi. Unpatti juga menyediakan pusat karir yang menghubungkan alumni dengan perusahaan mitra, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Para wisudawan periode ini tercatat menyelesaikan studi di tengah masa transisi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang mengharuskan mereka memiliki pengalaman magang atau proyek riset di luar kampus.

Reporter: Ragil
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top