Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Maluku Barat Daya Pagi Ini, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Penulis: Ragil  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 10:50:31 WIB
BMKG memastikan gempa magnitudo 4,1 yang mengguncang Maluku Barat Daya pagi ini tidak berpotensi tsunami.

MALUKU — BMKG memastikan gempa yang berpusat di kedalaman 136 kilometer tersebut tidak berpotensi tsunami. Informasi ini disampaikan melalui kanal resmi media sosial X @infobmkg, Rabu pagi.

Episentrum gempa berada pada koordinat 7.56 Lintang Selatan dan 129.33 Bujur Timur. Getaran dirasakan cukup dalam sehingga energi yang sampai ke permukaan relatif kecil. Kedalaman episentrum yang mencapai lebih dari 100 kilometer menjadi faktor utama tidak adanya potensi gelombang besar.

Getaran Juga Terasa di Bengkulu

Pada waktu yang hampir bersamaan, gempa susulan tercatat di wilayah berbeda. Pukul 06:25 WIB, BMKG mendeteksi gempa Magnitudo 3,6 yang mengguncang Enggano, Bengkulu.

Pusat gempa kedua berada di koordinat 6.79 LS, 102.90 BT atau sekitar 175 kilometer tenggara Enggano. Berbeda dengan gempa di Maluku, gempa di Bengkulu ini tergolong dangkal dengan kedalaman hanya 10 kilometer.

Mengapa Gempa Dangkal Lebih Berbahaya?

Kedalaman gempa menjadi parameter krusial dalam menentukan dampak. Gempa dangkal seperti yang terjadi di Bengkulu—dengan kedalaman di bawah 60 kilometer—biasanya menghasilkan guncangan lebih kuat di permukaan. Sebaliknya, gempa dalam seperti di Maluku Barat Daya cenderung melemah sebelum mencapai daratan.

BMKG mengimbau masyarakat di kedua wilayah tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat dua gempa tersebut.

Wilayah Maluku: Zona Rawan Gempa

Maluku berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik aktif, yakni Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Aktivitas seismik di wilayah ini tergolong tinggi sepanjang tahun. Masyarakat pesisir di Maluku Barat Daya diingatkan untuk selalu waspada terhadap potensi gempa susulan, meski kali ini tidak berpotensi tsunami.

Reporter: Ragil
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top