MALUKU — RingConn 3 adalah wearable kesehatan berbentuk cincin yang mengutamakan estetika perhiasan. Dengan ketebalan 2,3 mm dan pilihan warna rose gold, perangkat ini tampak seperti cincin biasa — bukan gadget yang mencolok. Harganya mulai 349 dolar AS (sekitar Rp5,8 juta), lebih murah 50 dolar dari Oura Ring 5 yang juga mewajibkan langganan bulanan 6 dolar AS. Namun, setelah 10 hari pemakaian, pengguna memutuskan mengembalikannya.
Saat pertama kali digunakan, RingConn 3 melampaui ekspektasi. Cincin ini nyaman dipakai dan bisa dipadukan dengan cincin lain agar terlihat seperti aksesori biasa. Material brushed metal pada versi yang diuji terasa solid dan lebih tahan gores dibanding keluhan pengguna lain di forum online.
Proses pemesanan mengharuskan pembeli menggunakan sizing kit terlebih dulu. Ukuran cincin biasa belum tentu pas — pengguna merekomendasikan memilih satu ukuran lebih besar untuk kenyamanan maksimal. Perangkat ini tahan air dan bisa dipakai berenang, meski pengguna memilih meletakkannya di charging case saat mandi.
Klaim baterai 14 hari belum terverifikasi karena masa uji coba hanya 10 hari. Namun, tidak ditemukan masalah daya selama periode tersebut.
Data awal memang menarik. Aplikasi menampilkan perubahan detak jantung dan tingkat stres harian. Pengguna mendapati tingkat stres naik saat mencuci baju — yang diakuinya akurat. Namun, pola tidur yang terekam hanya mengonfirmasi hal yang sudah diketahui: tidur memburuk setelah minum alkohol, membaik jika jadwal tidur konsisten.
Kelemahan utama ada pada deteksi olahraga. RingConn 3 hanya merekam aktivitas jika pengguna bergerak di ruang terbuka. Latihan di gym atau Pilates tidak terdeteksi otomatis. Sebaliknya, jalan dua menit ke kotak surat dianggap sebagai latihan singkat. "Saya jamin detak jantung saya tidak naik signifikan hanya karena ambil surat," tulis pengguna dalam catatannya.
Fitur deteksi sakit kepala menjadi alasan utama membeli RingConn 3. Perangkat ini mengklaim bisa memperingatkan pengguna akan datangnya migrain dengan memantau variabilitas detak jantung. Pengguna yang menderita migrain tak terduga berharap fitur ini revolusioner — cukup mahal 349 dolar AS.
Kenyataannya, sekitar satu minggu pemakaian, pengguna mengalami serangan migrain terparah seumur hidup. Rasa sakit berlangsung sepanjang akhir pekan, bahkan memaksanya membatalkan tiket konser band favorit. Selama itu, aplikasi RingConn 3 menampilkan status "top form" — kondisi prima. Fitur deteksi sakit kepala tidak memberikan peringatan apa pun.
RingConn 3 unggul di aspek desain dan kenyamanan. Bentuknya yang tipis dan mirip perhiasan menjadi daya tarik utama, terutama bagi pengguna yang tidak ingin wearable terlihat mencolok. Harga lebih murah dari Oura tanpa biaya langganan juga nilai plus.
Namun, kekurangan pada akurasi pelacakan — terutama fitur deteksi sakit kepala yang tidak berfungsi — membuat perangkat ini sulit direkomendasikan. Bagi pengguna yang ingin data kesehatan andal, apalagi untuk kondisi medis spesifik seperti migrain, RingConn 3 belum siap. Pengalaman 10 hari ini berakhir dengan pengembalian barang, tepat sebelum batas waktu dua minggu yang diizinkan.