IHSG Siap Uji Resistance 6.080-6.120, Peringkat Utang BBB Jadi Katalis Utama

Penulis: Ragil  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 08:55:01 WIB
IHSG menguji level resistance di rentang 6.080 hingga 6.120 pada perdagangan Selasa (14/7).

MALUKU — Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (14/7), menyebutkan secara teknikal IHSG tengah menguji level resistance di rentang 6.080 hingga 6.120. Sentimen penguatan datang dari keputusan S&P Global Ratings yang menegaskan peringkat kredit jangka panjang Indonesia di "BBB" dan jangka pendek "A-2" dengan prospek "Stabil".

Katalis Positif dari Peringkat Utang dan Ekspor Komoditas

Keputusan S&P mempertahankan outlook stabil pada peringkat utang Indonesia menjadi angin segar bagi pasar modal. Lembaga pemeringkat tersebut menilai pelemahan fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara, serta akan membaik seiring kenaikan harga komoditas dan upaya pemerintah meningkatkan penerimaan negara.

"Dengan dipertahankannya peringkat Indonesia ini diharapkan akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik sehingga kembali mendorong arus masuk modal asing," tulis riset Phintraco Sekuritas.

S&P memproyeksikan ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh 5,1% pada 2026, dengan rata-rata 4,9% per tahun hingga 2029. Proyeksi ini ditopang belanja fiskal, program hilirisasi, serta pengelolaan sektor sumber daya alam yang lebih baik.

Risiko Kenaikan Harga Minyak dan Ketidakpastian Kebijakan

Meski ada sentimen positif, analis mengingatkan risiko yang membayangi pergerakan indeks. Kenaikan harga minyak global berpotensi menjadi beban bagi penguatan IHSG. Selain itu, S&P juga mencatat perubahan kebijakan yang berlangsung cepat dan ketidakpastian implementasi masih bisa menekan kepercayaan investor serta nilai tukar rupiah.

Volume dan nilai transaksi pada perdagangan Senin (13/7) tercatat meningkat dibandingkan pekan lalu, menandakan mulai kembalinya minat pelaku pasar. Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan harga komoditas energi yang bisa mengubah arah indeks secara tiba-tiba.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Ragil
Sumber: infobanknews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top