AMBON — Proses pembangunan Gedung Pastori 1 Jemaat GPM Galala-Hative Kecil akhirnya mencapai garis akhir. Setelah melalui perjalanan panjang sejak perencanaan, gedung ini resmi ditahbiskan dalam sebuah ibadah dan penandatanganan berita acara di kompleks pastori setempat pada Sabtu pekan lalu.
Ketua Panitia Pembangunan, Frederik Riupassa, mengungkapkan bahwa pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik. Menurutnya, ini adalah wujud nyata dari iman dan solidaritas seluruh warga jemaat serta para donatur yang telah mendukung sejak awal.
"Pembangunan ini bukan hanya sebuah pekerjaan fisik, tetapi merupakan wujud nyata iman, kebersamaan, dan semangat pelayanan seluruh jemaat serta semua pihak yang telah memberikan dukungan," kata Riupassa dalam sambutannya.
Dalam laporan pertanggungjawaban yang disampaikan, total biaya pembangunan mencapai Rp2.496.336.000. Dari jumlah tersebut, porsi terbesar berasal dari persembahan dan partisipasi warga Jemaat GPM Galala-Hative Kecil yang mencapai Rp1.800.363.000. Sisanya diperoleh dari bantuan para donatur, simpatisan, dan berbagai pihak lain yang mendukung pelayanan gereja.
Riupassa mengakui bahwa perjalanan pembangunan tidak selalu mulus. Keterbatasan pendanaan, pengadaan material, dan berbagai tantangan di lapangan sempat menjadi kendala. Namun, kerja sama seluruh pihak disebut menjadi kunci utama kelancaran proyek ini.
Panitia pembangunan sendiri dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Majelis Jemaat GPM Galala-Hative Kecil Nomor 27/SK-PAT-GKHK/XI/2022 pada 11 November 2022. Dalam rapat perdana, pembangunan Pastori 1 langsung ditetapkan sebagai program prioritas jemaat.
Tahap penting dimulai pada 27 Agustus 2023, saat peletakan batu penjuru dilakukan oleh pimpinan Majelis Pekerja Harian Sinode GPM. Sejak saat itu, pembangunan berlangsung secara bertahap hingga akhirnya rampung dan ditahbiskan pada 11 Juli 2026.
Riupassa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, tim peresmian, para donatur, dan warga jemaat yang telah bergotong royong. Ia menegaskan bahwa tanpa kerja sama semua pihak, gedung ini tidak mungkin dapat diselesaikan sesuai harapan.
"Tanpa kerja sama seluruh jemaat, panitia, para donatur, dan semua pihak yang telah membantu, pembangunan ini tidak mungkin dapat diselesaikan dengan baik. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mengambil bagian dalam pelayanan ini," tutup Riupassa.