BUMN India Siap Gempur Investasi Migas Hulu RI, Gandeng Pertamina

Penulis: Fajar  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 17:20:31 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi ketertarikan BUMN India berinvestasi di sektor migas hulu Indonesia.

MALUKU — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi ketertarikan BUMN India untuk masuk ke rantai pasok industri minyak dan gas bumi nasional. Kerja sama ini akan dijalin langsung dengan Pertamina sebagai mitra strategis.

"Kalau kerja sama sama India itu, beberapa perpanjangan yang mereka menyatakan keinginannya untuk masuk ke sektor oil and gas. Eh, BUMN mereka. Mereka partner sama Pertamina," kata Bahlil, Kamis (9/7/2026).

Dari Batu Bara ke Sektor Hulu Migas

Selama ini, hubungan energi Indonesia-India lebih banyak bertumpu pada perdagangan batu bara. Indonesia tercatat telah mengamankan pengiriman pasokan batu bara secara berkala ke India beberapa hari sebelum kedatangan PM Modi.

Bahlil menegaskan pemerintah berkomitmen memberikan hak prioritas pasokan bagi India sebagai bentuk kompensasi atas jalinan diplomatik yang telah berlangsung sejak 1951.

"Kita tahu bahwa salah satu negara tujuan ekspor batu bara kita itu ke India dan itu sudah kita lakukan sejak dua-tiga hari lalu sebelum kedatangan Pak Perdana Menteri. Jadi, prinsipnya adalah kerja sama hubungan bilateral yang sudah sangat baik kita tingkatkan," urai Bahlil.

Detail Investasi Masih Digodok

Meski komitmen investasi sudah mengemuka, rincian teknis kerja sama masih dalam tahap pembahasan. Lokasi blok migas, besaran nilai modal, hingga bentuk skema kemitraan dengan Pertamina belum diumumkan secara resmi.

"Belum tahu, nanti cek di Pak Prian ya," kata Bahlil menanggapi detail bentuk kerja sama yang akan dibangun.

Kementerian ESDM menyatakan seluruh dokumen komersial masih dalam penggodokan intensif di tingkat korporasi. Pemerintah menyerahkan proses finalisasi skema industri ini kepada manajemen teknis terkait agar implementasi kemitraan dapat segera dieksekusi secara legal pada sisa tahun 2026.

Momentum Strategis Hubungan Bilateral

Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia kali ini merupakan lawatan bersejarah kedua setelah tahun 2018. Pertemuan yang dihadiri jajaran Menteri Kabinet Merah Putih ini dinilai sangat strategis di tengah ketidakpastian pasar global.

Masuknya investasi baru di sektor migas hulu diproyeksikan memperluas cakupan ketahanan energi kedua negara. Penguatan modal dari India diharapkan mampu memperkokoh fondasi ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang investasi baru bagi Indonesia.

Reporter: Fajar
Sumber: kabarbursa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top