AMBON — Istilah green flag dan red flag sudah akrab di telinga publik untuk menilai kualitas hubungan. Namun, Porostimur.com, Ambon, baru-baru ini mengupas fenomena lain yang tak kalah penting: blue flag husband. Istilah ini merujuk pada suami yang secara lahiriah memenuhi standar pasangan ideal—bertanggung jawab, setia, dan hadir dalam urusan rumah tangga—tetapi menutup diri ketika diajak bicara soal perasaan yang mendalam atau keintiman emosional yang tulus.
Bayangkan seorang laki-laki baik yang perasaan dan emosinya sangat tertutup. Ia adalah sosok yang selalu ada untuk kebutuhan sehari-hari, namun langsung menarik diri begitu topik pembicaraan menyentuh keterbukaan hati. "Coba bayangkan dia sebagai laki-laki baik yang perasaan dan emosinya sangat tertutup," tulis Porostimur.com dalam laporannya.
Berikut enam ciri yang perlu diketahui agar istri tidak terus-menerus menyalahkan diri sendiri:
Porostimur.com menjelaskan bahwa blue flag lebih samar dibanding red flag yang jelas-jelas berbahaya. "Kalau blue flag jauh lebih samar, sehingga membuat kamu mudah ragu dengan diri sendiri," tulis media tersebut. Dalam kehidupan pernikahan, kondisi ini bisa membuat hubungan terlihat hebat dan sempurna dari luar, sementara di dalam hati istri terus bertanya-tanya mengapa ia merasa benar-benar kesepian.
Memahami ciri-ciri ini diharapkan membantu pasangan untuk tidak terus-menerus menyalahkan diri sendiri. Langkah selanjutnya adalah membuka komunikasi secara perlahan atau mencari pendampingan profesional jika diperlukan.