AMBON — Ely menegaskan bahwa keberagaman yang menjadi identitas Kota Ambon bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan modal sosial yang harus dipelihara. Menurutnya, perdamaian yang kini dinikmati warga merupakan hasil perjuangan bersama yang harus terus dirawat dan diwariskan ke generasi muda.
Dalam sambutannya, Ely menyebut tema dialog yang diangkat bukan sekadar slogan. Ia menekankan bahwa semangat persaudaraan di tengah keberagaman harus menjadi panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat.
"Keberagaman yang dimiliki Kota Ambon bukan alasan untuk terpecah, melainkan modal sosial yang harus terus dipelihara sebagai kekuatan pemersatu dalam membangun daerah," ujar Ely.
Salah satu poin utama yang ditekankan Ely adalah pentingnya peran tokoh agama dan masyarakat dalam meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai potensi konflik. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan di Kota Ambon yang memiliki sejarah konflik horizontal.
Ia mengajak seluruh tokoh lintas agama untuk terus memperkuat komitmen menjaga persaudaraan dan membangun sinergi. Dialog lintas agama, menurutnya, merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam menghormati keyakinan setiap warga dan menjunjung martabat manusia.
Ely menambahkan bahwa perdamaian yang ada saat ini harus diwariskan kepada generasi muda melalui ruang-ruang dialog yang terbuka dan berkelanjutan. Ia mendorong agar forum-forum seperti ini tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan menjadi agenda rutin yang melibatkan anak muda.
"Perkuat sinergi, jaga kedamaian. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.