AMBON — Seruan itu disampaikan Edi saat menjadi narasumber pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Anak Kota Ambon Tahun 2026, Kamis. Kegiatan yang digelar Forum Anak Kota Ambon (Fakota) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Ambon itu mengusung tema "Optimalisasi Ketahanan Anak dan Remaja serta Pencegahan Perilaku Berisiko".
Menurut Edi, persoalan perkawinan anak berkaitan erat dengan kualitas generasi masa depan. Ia menegaskan bahwa membangun generasi unggul harus dimulai dari memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh dukungan.
"Karena itu, pencegahan perkawinan anak perlu dilakukan melalui kolaborasi keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat," ujarnya.
Edi memaparkan, anak dan remaja saat ini menghadapi beragam persoalan yang tidak sederhana. Mulai dari kesehatan mental, perundungan, penyalahgunaan narkoba, paparan konten negatif di ruang digital, hingga perkawinan anak. Ia menilai, penguatan ketahanan anak dan remaja harus dilakukan secara terpadu.
Upaya itu mencakup peningkatan kualitas pengasuhan dalam keluarga, pendidikan karakter di sekolah, serta dukungan lingkungan sosial yang kondusif. "Keluarga, terutama kehadiran ayah dan ibu dalam pengasuhan, menjadi benteng utama dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing," kata Edi.
Edi juga mengajak seluruh pihak untuk mempersiapkan remaja agar memiliki perencanaan kehidupan yang matang, keterampilan hidup, serta karakter yang kuat. Dengan pendampingan yang baik, anak-anak diharapkan mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab bagi masa depan mereka dan terhindar dari berbagai perilaku berisiko.
Selain itu, ia menambahkan bahwa partisipasi anak dalam proses perencanaan pembangunan perlu terus diperkuat. Hal ini bertujuan agar kebijakan yang dihasilkan lebih responsif terhadap kebutuhan dan hak-hak anak.
Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Anak Kota Ambon 2026, BKKBN Maluku berharap aspirasi anak dapat menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang ramah anak. Langkah ini sekaligus mendukung terwujudnya Kota Ambon sebagai Kota Layak Anak dan menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.