MALUKU — Dua atlet renang penerima beasiswa Bakti BCA, Liquor Harrison Andoko dan Samuel Maxson Septionus, memecahkan rekor nasional bersama Tim Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Liquor menorehkan waktu 1:49.89 di nomor 200m Freestyle putra, memecahkan rekornas lama 1:50.35 milik Joe Aditya Kurniawan. Keduanya juga berkontribusi pada rekor estafet 4x100m Freestyle Relay putra dengan catatan 3:20.84.
Rekor kedua lahir dari nomor estafet. Bersama Samuel Maxson Septionus dan rekan setim lainnya, Liquor memecahkan rekor nasional 4x100m Freestyle Relay putra di babak final dengan waktu 3:20.84. Rekor sebelumnya justru diciptakan pagi harinya di babak kualifikasi Asian Games 2026 dengan catatan 3:21.48.
Rekor 200m Freestyle: 1:49.89 di Atas Catatan Joe Aditya Kurniawan
Pecahnya rekor 200m Freestyle putra menegaskan progres renang Indonesia di level Asia. Waktu 1:49.89 yang dibukukan Liquor lebih cepat 0,46 detik dari rekornas Joe Aditya Kurniawan yang bertahan sejak PON 2024.
Liquor dan Samuel sama-sama menempuh pendidikan di University of Indianapolis, Amerika Serikat, lewat program beasiswa student athlete Bakti BCA. Dukungan itu memungkinkan keduanya membagi waktu antara kuliah dan latihan renang.
"Saya sangat bersyukur bisa memecahkan rekor nasional di nomor 200m gaya bebas dan estafet 4x100m gaya bebas bersama teman-teman satu tim," ujar Liquor.
Liquor menyebut hasil ini belum disertai medali. Meski begitu, rekor tersebut menjadi modal untuk terus berkembang. Ia juga berterima kasih kepada Bakti BCA, pelatih, tim, dan keluarga yang mendampingi prosesnya.
Estafet 4x100m Gaya Bebas: Rekor Kualifikasi Dipatahkan di Final
Pada nomor estafet, rekor nasional bergerak dua kali dalam sehari. Tim Indonesia mencatat 3:21.48 di babak kualifikasi pagi, lalu memangkasnya menjadi 3:20.84 di babak final. Selisih 0,64 detik itu lahir dari komposisi tim yang sama dengan tambahan tenaga di lintasan terakhir.
Samuel Maxson Septionus menjadi bagian dari kuartet estafet tersebut. Kontribusinya bersama Liquor dan rekan setim mengantar Indonesia menembus catatan yang sebelumnya belum pernah diraih di level Asia.
BCA melalui program Bakti BCA menyalurkan beasiswa bagi atlet muda berprestasi. EVP Corporate Communications & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyatakan capaian kedua atlet menjadi bukti kemajuan prestasi renang Indonesia.
"BCA bangga atas capaian Liquor dan Maxson yang berhasil menorehkan rekor nasional di ajang sebesar Asian Games 2026," ujar Hera.
Hera menambahkan, memecahkan rekor nasional di level Asia menuntut kerja keras dan disiplin. Ia berharap keduanya terus menginspirasi anak muda Indonesia untuk berani bermimpi besar dan berprestasi di panggung dunia.
Tanpa Medali, tapi Rekor Jadi Modal Menuju Kompetisi Berikutnya
Asian Games 2026 belum menghadirkan medali bagi Liquor dan Samuel. Namun dua rekor nasional yang dipecahkan di Aichi-Nagoya menjadi ukuran baru bagi renang Indonesia, khususnya di nomor gaya bebas putra.
Bagi kedua atlet, kombinasi kuliah di Amerika Serikat dan karier renang tetap berjalan lewat dukungan beasiswa. Rekor 200m Freestyle putra dan estafet 4x100m Freestyle Relay putra kini tercatat atas nama mereka bersama Tim Indonesia.