MALUKU — CEO OpenAI Sam Altman untuk pertama kalinya menanggapi film "Artificial" yang mengangkat kisah pemecatannya pada 2023, dalam wawancara sampul majalah Vanity Fair. Ia mengaku pernah bertemu tak sengaja dengan Andrew Garfield, aktor yang memerankannya, saat proses syuting berlangsung di jalan depan rumahnya. Altman bahkan sempat melambaikan tangan kepada Garfield, meski keduanya tidak pernah berbicara satu kali pun.
Sam Altman belum pernah berjumpa langsung dengan Andrew Garfield. Namun pria yang memimpin OpenAI itu mengaku pernah berpapasan dengan aktor yang memerankannya dalam film "Artificial", garapan sutradara Luca Guadagnino. Pertemuan singkat itu terjadi tanpa direncanakan, tepat di jalan dekat kediamannya.
Syuting di Depan Rumah Altman
Altman menuturkan, pihak produksi sempat memasang pemberitahuan di jalan tempatnya tinggal soal akan ada kegiatan syuting. Ia mengaku tidak terlalu memperhatikan informasi tersebut. Hingga suatu pagi, saat berjalan kaki untuk membeli kopi, ia mendapati deretan kamera dan seorang pria berpakaian persis seperti dirinya, lengkap dengan tas punggung yang sama.
"Ada pemberitahuan di jalan kami bahwa akan ada syuting atau semacamnya. Saya tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Saya tidak memperhatikan," kata Altman kepada Vanity Fair. "Lalu suatu pagi saya berjalan di jalan untuk membeli kopi dan ada banyak kamera serta seorang pria yang berpakaian persis seperti saya dengan tas punggung yang sama, berjalan begitu miripnya sampai saya merasa seperti berada dalam semacam glitch aneh dari simulasi. Sangat aneh. Dan kemudian saya langsung memahami apa yang sedang terjadi."
Ia menambahkan, keduanya sempat saling melambaikan tangan sebelum melanjutkan aktivitas masing-masing. Menurut Altman, melihat seseorang yang meniru gestur dan kebiasaan khasnya terasa janggal. Ia menegaskan dirinya dan Garfield belum pernah berbicara, dan momen lambaian tangan itu menjadi satu-satunya interaksi di antara mereka.
Garfield Pilih Tak Bertemu Altman
Andrew Garfield sebelumnya terbuka soal keputusannya tidak menemui Altman sebagai persiapan peran. Dalam wawancara dengan Esquire U.K. pada Agustus lalu, ia menyebut dirinya mendalami karakter lewat naskah, transkrip persidangan, wawancara, dan riset. Garfield menilai sosok yang memikul tanggung jawab besar atas sebuah teknologi yang berpotensi berdampak luas pada manusia perlu memiliki kemampuan tertentu untuk memisahkan diri.
Film "Artificial" mengangkat periode lima hari pada 2023 ketika Altman diberhentikan dari OpenAI lalu dipekerjakan kembali. Proyek ini sempat berpindah distributor setelah Amazon MGM Studios melepasnya, tak lama setelah Amazon menanamkan investasi 50 miliar dolar AS ke OpenAI. Kini Neon yang akan mendistribusikan film tersebut, dengan penayangan perdana di New York Film Festival.
Altman Tak Persoalkan Akurasi
Altman menegaskan tidak pernah berbicara dengan siapa pun di Amazon soal film ini, termasuk Jeff Bezos, dan ia tidak mengetahui pihak lain yang melakukannya. Ia juga menyebut tidak mempermasalahkan penggambaran dirinya dalam film tersebut.
"Saya akan katakan, setelah menonton trailernya, saya rasa mereka tidak mengutamakan akurasi," ujar Altman. "Dalam pengertian itu, tidak, itu tidak mengganggu saya. Mereka berusaha membuat film yang bagus dan mungkin hasilnya bagus. Entahlah. Bagus sebagai film. Tapi tidak akan bagus sebagai penggambaran yang akurat. Kecuali soal cara berjalannya."
Ia mencontohkan satu adegan dalam trailer yang menampilkannya berlari masuk ke bunker dengan senjata di dinding. Menurut Altman, adegan itu tidak akurat karena tidak ada bunker semacam itu. Meski begitu, ia mengakui penampilannya di adegan tersebut terlihat keren.
Sutradara Luca Guadagnino dalam wawancara dengan Vulture pekan lalu menyatakan tidak khawatir dengan potensi reaksi dari Altman dan rekan-rekan OpenAI yang digambarkan di film. Ia menilai orang-orang yang memiliki kekuasaan besar semestinya menyadari tanggung jawab mereka terhadap masyarakat.
Film "Artificial" menjadi salah satu proyek yang dinanti di kalender festival akhir tahun, mengingat sosok Altman dan OpenAI tengah menjadi pusat perhatian industri teknologi global, termasuk di Indonesia yang menjadi salah satu pasar adopsi kecerdasan buatan terbesar di Asia Tenggara.