NAMLEA — Aswar Madapongan, kader Partai Gerindra yang baru mengikuti Pendidikan dan Latihan Laskar Gerindra di Tulehu, menjadi korban insiden di atas kapal cepat Cantika Lestari 8A. Pria 31 tahun itu tertusuk besi yang diduga kuat merupakan rangka ranjang penumpang yang rusak. Perjalanan laut yang seharusnya berlangsung normal berubah menjadi mimpi buruk bagi korban dan rekan-rekannya sesama penumpang.
Kronologi: Berawal dari Keinginan ke Toilet
Saat kapal melaju di perairan menuju Namlea, Aswar berada di ranjang penumpang nomor 17 bagian atas. Ia kemudian berusaha turun untuk menuju toilet. Namun nahas, tubuhnya justru mengenai bagian besi yang menonjol dari rangka ranjang.
Besi tersebut melukai bagian pantat Aswar hingga mengeluarkan darah. Rekan-rekan korban yang melihat kejadian itu langsung panik dan berupaya memberikan pertolongan pertama di dalam kapal.
Pertolongan Minim: Hanya Kapas dan Betadine
Kejadian tersebut dilaporkan kepada anak buah kapal (ABK) yang bertugas. Namun menurut pihak keluarga, pertolongan yang diberikan kepada Aswar terbilang minim. Korban disebut hanya mendapat kapas dan Betadine untuk menangani luka yang cukup serius.
Dalam kondisi menahan sakit, Aswar tetap melanjutkan perjalanan hingga kapal tiba di Namlea. Ia dibantu oleh rekan-rekannya selama sisa perjalanan.
Keluarga Tuntut Tanggung Jawab PT Dharma Indah
Pihak keluarga mempertanyakan standar keselamatan dan kelayakan fasilitas di kapal cepat Cantika Lestari 8A. Mereka menilai insiden ini terjadi akibat kelalaian perusahaan dalam merawat rangka ranjang penumpang.
Keluarga berharap PT Dharma Indah selaku operator kapal segera memberikan tanggung jawab, baik dari sisi pengobatan korban maupun perbaikan fasilitas agar kejadian serupa tidak terulang.
Dorong Evaluasi Keselamatan Kapal Cepat
Insiden ini menambah daftar panjang persoalan keselamatan transportasi laut di Maluku yang menjadi jalur utama penghubung antarpulau. Kapal cepat menjadi moda andalan warga untuk menempuh rute Ambon–Namlea dan sebaliknya.
Belum ada keterangan resmi dari manajemen PT Dharma Indah maupun otoritas pelabuhan terkait insiden tersebut. Korban saat ini masih menjalani perawatan untuk luka yang dialaminya.