Pencarian

Keluarga Korban Kecelakaan KA Bekasi Desak KAI Benahi Sistem Keselamatan

Rabu, 30 September 2026 • 14:33:31 WIB
Keluarga Korban Kecelakaan KA Bekasi Desak KAI Benahi Sistem Keselamatan
Ketua Paguyuban Keluarga Korban Tragedi Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Anggi Al Hakim, mendesak evaluasi menyeluruh sistem keselamatan perkeretaapian.

MALUKU — Paguyuban Keluarga Korban Tragedi Kecelakaan KRL Bekasi Timur mendesak PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan mengevaluasi total sistem keselamatan transportasi. Desakan muncul setelah Polda Metro Jaya menetapkan masinis KA Argo Bromo Anggrek berinisial AN sebagai tersangka dalam kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April 2026. Keluarga korban menilai insiden serupa yang berulang menunjukkan kelalaian sistemik yang bisa memakan lebih banyak korban.

Ketua Paguyuban Keluarga Korban Tragedi Kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) Bekasi Timur, Anggi Al Hakim, menyatakan evaluasi menyeluruh atas sistem keselamatan perkeretaapian tidak bisa ditunda lagi. Ia menyampaikan hal tersebut usai penetapan tersangka terhadap masinis KA Argo Bromo Anggrek berinisial AN oleh Polda Metro Jaya, Rabu (30/9/2026). Anggi merupakan kakak dari Nur Alimantun Citra Lestari (19), salah satu korban tewas dalam kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.

Menurut Anggi, kecelakaan antarkereta bukan peristiwa baru dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Ia mempertanyakan mengapa insiden serupa masih terjadi meski sudah ada korban berulang kali.

Desakan Evaluasi Menyeluruh ke KAI dan Kemenhub

Anggi menegaskan bahwa persoalan keselamatan kereta api bukan sekadar kelalaian individu di lapangan. Ia menilai ada masalah struktural di dalam tubuh KAI yang perlu dibongkar agar kejadian serupa tidak terulang.

"Ya, saya cuma ingin ini evaluasi besar-besaran. Kalau saya bilang, ini adalah bom waktu. Apabila KAI tidak menyelesaikan masalah internal mereka, maka kejadian serupa itu akan terulang kembali," ujar Anggi saat dihubungi iNews.id.

Ia menyoroti pola kecelakaan yang berulang sebagai indikasi kelalaian sistemik dalam sistem keselamatan transportasi. Menurutnya, evaluasi tidak cukup berhenti pada penetapan tersangka masinis, tetapi harus menyentuh prosedur operasional, pengawasan, dan budaya keselamatan di lingkungan kerja perkeretaapian.

Penetapan Tersangka dan Tuntutan Pihak Lain

Polda Metro Jaya menetapkan masinis KA Argo Bromo Anggrek berinisial AN sebagai tersangka dalam kecelakaan yang terjadi pada Senin 27 April 2026. Penetapan tersebut memicu reaksi dari keluarga korban yang menuntut agar pihak lain yang bertanggung jawab dalam insiden itu juga diusut.

Anggi menekankan bahwa kehilangan anggota keluarga akibat kecelakaan kereta tidak seharusnya dialami keluarga lain. Ia berharap proses hukum tidak hanya menyasar operator di level teknis, tetapi juga pihak yang bertanggung jawab atas kebijakan keselamatan.

"Kejadian kereta nabrak kereta ini itu sudah pernah ada gitu loh. Dan kenapa kejadian lagi? Saya tidak ingin ada keluarga lain yang seperti kami yang harus kehilangan anggota keluarganya," katanya.

Rekam Jejak Kecelakaan Kereta dan Sorotan Publik

Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur menjadi sorotan karena melibatkan dua kereta penumpang dengan jumlah korban jiwa. Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan perkeretaapian yang pernah terjadi di Indonesia, mulai dari tabrakan antarkereta hingga kecelakaan di perlintasan sebidang.

Menteri Perhubungan sebelumnya telah buka suara terkait penetapan tersangka masinis KA Argo Bromo Anggrek. Namun keluarga korban menilai respons regulator belum menyentuh akar persoalan keselamatan yang mereka anggap berulang dari waktu ke waktu.

Desakan evaluasi besar-besaran ini menyasar dua institusi sekaligus: KAI sebagai operator dan Kemenhub sebagai regulator. Keduanya dinilai memiliki kewenangan untuk membenahi standar keselamatan, mulai dari sistem persinyalan, prosedur komunikasi antarperon, hingga pengawasan jam kerja masinis dan petugas lapangan.

Bagi keluarga korban, penetapan tersangka bukan akhir dari persoalan. Mereka menuntut komitmen nyata agar tragedi di Stasiun Bekasi Timur menjadi yang terakhir, bukan sekadar catatan baru dalam daftar kecelakaan yang terus bertambah setiap tahun.

Follow www.kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks