AMBON — Jejak tokoh Maluku di kursi penasihat presiden bukan hal baru. Jauh sebelum Jacky Manuputty bergabung dengan Wantimpres, sejumlah nama dari provinsi ini sudah lebih dulu dipercaya mengemban tugas serupa di lingkungan istana.
Lembaga penasihat kepala negara itu pernah bernama Dewan Pertimbangan Agung sebelum berganti menjadi Wantimpres. Sepanjang perjalanannya, putra-putra Maluku tercatat mengisi posisi tersebut dengan latar belakang yang beragam.
Enam nama masuk dalam catatan sejarah tersebut. Mereka adalah Prof. dr. Jonas Andreas Latumeten, Dr. Johannes Leimena, Prof. dr. Gerrit Augustinus Siwabessy, Muhammad Padang, Abdul Gafur, dan Jacklevyn Frits Manuputty.
Masing-masing memiliki jalur pengabdian berbeda. Ada yang datang dari dunia kedokteran, ada pula yang menempuh jalur politik dan keagamaan.
Prof. dr. Jonas Andreas Latumeten lahir pada 15 Mei 1888 dan meninggal pada 30 Mei 1948. Ia dikenal sebagai dokter dan ahli jiwa generasi awal Indonesia.
Selain berkarier di bidang kesehatan, Latumeten aktif dalam perjuangan melawan ketidakadilan kolonial. Kiprahnya menempatkannya sebagai salah satu tokoh penting dari Maluku di panggung nasional.
Johannes Leimena merupakan nama yang lekat dengan dunia politik dan kesehatan. Ia tercatat sebagai salah satu tokoh Maluku yang dipercaya menduduki posisi penasihat presiden pada masanya.
Perjalanan kariernya mencerminkan kombinasi antara pengabdian medis dan keterlibatan dalam pemerintahan.
Prof. dr. Gerrit Augustinus Siwabessy juga berasal dari Maluku. Ia menempuh jalur kedokteran sebelum masuk ke lingkaran penasihat kepala negara.
Latar belakang keilmuannya menjadikannya salah satu figur yang memberi masukan di tingkat nasional.
Muhammad Padang melengkapi daftar tokoh Maluku yang pernah duduk di lembaga penasihat presiden. Jalur pengabdiannya berbeda dari tokoh-tokoh sebelumnya.
Kehadirannya menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap putra Maluku tidak terbatas pada satu latar belakang tertentu.
Abdul Gafur tercatat sebagai politikus Maluku yang pernah mengemban tugas memberikan pertimbangan kepada Presiden Republik Indonesia.
Pengalaman politiknya menjadi modal utama saat dipercaya mengisi posisi tersebut.
Jacklevyn Frits Manuputty atau Jacky Manuputty kini menjadi sorotan setelah masuk jajaran Wantimpres. Ia dikenal sebagai pendeta yang aktif di ranah publik.
Masuknya Jacky ke lembaga penasihat presiden mengingatkan kembali pada tradisi panjang keterlibatan tokoh Maluku di tingkat nasional.
Kiprah enam tokoh tersebut menunjukkan kontribusi Maluku dalam perjalanan pemerintahan Indonesia. Mereka datang dari latar belakang berbeda, tetapi sama-sama dipercaya memberi pertimbangan kepada kepala negara.
Bagi masyarakat Maluku, catatan ini menjadi penanda bahwa kepercayaan terhadap putra daerah di lingkaran istana bukan hal baru. Jacky Manuputty meneruskan jejak yang sudah terbentuk sejak era DPA.