MALUKU — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada pembukaan perdagangan Kamis (8/10/2026), sempat menyentuh level terendah 6.137,66 sebelum kembali menguat 0,22% ke 6.160,15. Sebanyak 234 saham menguat, sementara 214 saham melemah dan 237 saham stagnan. Volume perdagangan pagi ini mencapai 2,75 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 593,8 miliar.
Data perdagangan RTI menunjukkan IHSG dibuka pada level 6.154,97 dan langsung melesat ke zona hijau. Namun tak lama berselang, indeks tertekan ke zona merah hingga menyentuh titik terendah 6.137,66.
Sejak pukul 09.05 WIB, IHSG kembali bangkit dan bertahan di wilayah positif. Penguatan harian tercatat 13,42 poin atau setara 0,22%, dengan level tertinggi sempat menyentuh 6.162,91.
Dari sisi breadth pasar, jumlah saham yang menguat lebih banyak dibandingkan yang melemah. Frekuensi perdagangan tercatat 102.021 kali transaksi sepanjang sesi pagi.
Perputaran uang yang baru mencapai Rp 593,8 miliar pada sesi awal menunjukkan pelaku pasar masih menunggu sentimen lanjutan. Angka ini tergolong moderat untuk ukuran perdagangan pagi di bursa domestik.
Penurunan singkat ke level 6.137,66 tidak berlangsung lama. Indeks berhasil berbalik arah dalam hitungan menit, menandakan adanya permintaan yang menahan pelemahan lebih dalam.
Pergerakan dua arah semacam ini lazim terjadi di awal sesi ketika pelaku pasar mencermati perkembangan global dan domestik sebelum mengambil posisi. Investor jangka pendek biasanya memanfaatkan volatilitas awal untuk mengatur ulang portofolio.
Bagi investor ritel, komposisi pasar yang didominasi saham menguat bisa menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai terbatas. Namun nilai transaksi yang belum signifikan membuat arah indeks sepanjang hari masih terbuka.