MALUKU — Axioo menghadirkan dua laptop gaming Pongo Series terbaru di Indonesia, yakni Pongo 775 dengan RTX 5070 dan Pongo 755 dengan RTX 5050. Keduanya mengusung prosesor Intel Core i7-13620H, layar 16 inci 165Hz, dan dukungan 100% sRGB untuk kebutuhan gaming sekaligus produksi konten. Pongo 775 menyasar gamer yang butuh performa tinggi, sedangkan Pongo 755 lebih pas untuk esports dan kreator pemula.
Axioo Pongo 775 dan Pongo 755 menjadi dua varian terbaru dari lini laptop gaming Pongo Series yang dipasarkan untuk pasar Indonesia. Keduanya menempatkan diri sebagai opsi laptop gaming lokal dengan kartu grafis NVIDIA GeForce RTX generasi 50 Series, tepat di tengah dominasi merek global di segmen yang sama.
Pongo 775 mengandalkan GPU RTX 5070, sementara Pongo 755 memakai RTX 5050. Dua model ini berbagi fondasi prosesor yang sama, Intel Core i7-13620H, sehingga perbedaan utama terletak pada kelas grafis dan target penggunanya.
Varian tertinggi di antara keduanya ini dibekali kombinasi Intel Core i7-13620H dan NVIDIA GeForce RTX 5070. Menurut informasi Axiooworld, kombinasi tersebut mampu menjalankan game AAA pada setting high hingga ultra dengan ray tracing aktif.
Pongo 755 memakai GPU RTX 5050 yang tetap mendukung ray tracing dan rendering berbasis AI. Laptop ini juga dilengkapi MUX Switch Support untuk berpindah antara mode hemat daya dan performa maksimal.
Kapasitas upgrade jadi nilai jual utama Pongo 775. Dua slot NVMe Gen 4 dan dua slot DDR5 memberi ruang bagi pengguna yang ingin menambah penyimpanan atau memori seiring kebutuhan.
Layar 16 inci dengan cakupan 100% sRGB membuat panel ini cukup akurat untuk pekerjaan warna. Refresh rate 165Hz membantu akurasi aiming dan tracking di game kompetitif. Untuk editor konten dan pekerja kreatif, kombinasi GPU RTX 5070 dan layar tersebut bisa menangani pengeditan video serta rendering berat.
RTX 5050 di Pongo 755 masih tergolong kencang untuk game populer di setting high. GPU ini juga relevan untuk pengeditan video ringan hingga menengah, animasi 3D, dan live streaming.
MUX Switch Support jadi pembeda praktis. Pengguna bisa memilih mode hemat daya saat bekerja ringan, lalu beralih ke performa maksimal ketika menjalankan game berat atau rendering. Baterai 53,50Wh dan adaptor 180W menjaga pasokan daya tetap stabil pada penggunaan intens.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi soal harga kedua model. Axioo belum merinci varian memori dan penyimpanan yang akan dijual di Indonesia, termasuk tanggal mulai penjualan resminya. Pantau kanal resmi Axioo untuk pembaruan.
Kehadiran Pongo Series menambah pilihan di segmen laptop gaming lokal yang biasanya bersaing lewat harga. Dengan RTX 5070 dan RTX 5050, Axioo menyasar dua kelompok berbeda: gamer yang ingin performa puncak dan pengguna yang butuh keseimbangan antara gaming, kuliah, serta produksi konten.
Pongo 775 cocok untuk gamer yang mengejar frame rate tinggi di game AAA, editor video, dan pekerja kreatif yang butuh akurasi warna. Pongo 755 lebih pas untuk gamer esports, pelajar atau mahasiswa, serta content creator pemula yang ingin laptop serbaguna tanpa harus menguras anggaran.