NAMROLE — Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Indira Azis Rumalutur, menyatakan edukasi rutin soal Program JKN menjadi kunci agar peserta bisa memanfaatkan layanan kesehatan dengan baik. Kegiatan PILAR dan BPJS Keliling di Desa Leku menyasar warga yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk mengurus administrasi kepesertaan.
Selain memberi pemahaman soal hak dan kewajiban peserta, kegiatan itu menghadirkan layanan administrasi kepesertaan yang lebih mudah dijangkau. Warga dapat berkonsultasi langsung soal berbagai permasalahan JKN tanpa perantara.
Indira menegaskan edukasi yang dilakukan secara rutin diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat. Pemahaman yang baik membuat peserta dapat memanfaatkan Program JKN secara optimal.
"Kami berharap dengan rutinnya edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilakukan, masyarakat dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dan dapat memanfaatkan Program JKN," ujar Indira.
Melalui kegiatan BPJS Keliling, warga Desa Leku memperoleh informasi langsung sekaligus berkonsultasi terkait berbagai permasalahan kepesertaan JKN. Layanan ini menyasar peserta yang selama ini terkendala jarak dan waktu untuk datang ke kantor cabang.
"Edukasi kepada masyarakat mengenai hak dan kewajiban peserta JKN ini sekaligus menghadirkan layanan administrasi kepesertaan yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. Melalui kegiatan BPJS Keliling ini juga kami berharap agar masyarakat dapat memperoleh informasi secara langsung serta berkonsultasi terkait berbagai permasalahan kepesertaan JKN," ujar Indira.
Indira mengingatkan peserta JKN agar rutin mengecek status kepesertaan tetap aktif. Status aktif menjadi syarat agar peserta bisa memperoleh manfaat pelayanan kesehatan kapan pun dibutuhkan.
Bagi warga yang tidak sempat datang ke kantor, BPJS Kesehatan menyediakan kanal layanan non-tatap muka. Salah satunya PANDAWA di nomor 08118165165.
"Bapak/Ibu agar secara rutin mengecek status kepesertaan JKN tetap aktif agar dapat memperoleh manfaat pelayanan kesehatan kapan pun dibutuhkan. Kemudian, juga ada kanal layanan non-tatap muka yang bisa diakses jika tidak mau ke kantor BPJS Kesehatan. Salah satu kanal layanan non-tatap muka yang dapat digunakan yaitu PANDAWA di nomor 08118165165," ucap Indira.
Kepala Desa Leku, Ruslan Nurlatu, menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan sosialisasi Program JKN di desanya. Menurutnya, warga antusias karena bisa mengurus layanan administrasi kepesertaan tanpa harus ke kantor BPJS Kesehatan.
"Masyarakat Desa Leku sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi karena mereka tidak perlu lagi ke kantor untuk pengurusan layanan administrasi kepesertaan," ucap Ruslan.
Ruslan berharap edukasi yang rutin dilaksanakan meningkatkan kesadaran warga soal pentingnya jaminan kesehatan. Warga juga diharapkan memahami mekanisme kepesertaan JKN, termasuk hak dan kewajiban peserta serta tata cara memperoleh pelayanan kesehatan.
Salah satu peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), Wa Muna (25), mengaku telah merasakan manfaat Program JKN saat membutuhkan pelayanan kesehatan.
"Saya sudah pernah merasakan manfaat dari Program JKN ini. Jika ingin berobat di rumah sakit, ketika kondisi gawat darurat, peserta JKN dapat langsung memperoleh pelayanan di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sesuai dengan indikasi medis. Sementara itu, apabila kondisi tidak bersifat darurat, peserta dapat mengakses pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdekat yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Wa Muna.
BPJS Kesehatan menyatakan berkomitmen terus mendekatkan layanan kepada masyarakat melalui berbagai kanal pelayanan, termasuk BPJS Keliling. Kehadiran layanan itu diharapkan memberi kemudahan bagi warga dalam memperoleh informasi maupun mengakses layanan administrasi kepesertaan JKN.
"Dengan adanya BPJS Keliling, informasi dan layanan administrasi kepesertaan dapat diakses dengan lebih mudah, cepat, dan setara oleh seluruh masyarakat," ucap Indira.