BMKG Deteksi 12 Titik Panas di Maluku, Warga Ambon hingga Kepulauan Aru Diminta Waspadai Asap Tiga Hari ke Depan

Penulis: Saiful  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:00:31 WIB
BMKG mendeteksi 12 titik panas di Maluku dengan konsentrasi terbesar di Kabupaten Buru Selatan.

AMBON — Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon, Kamari, menyatakan titik panas itu tersebar di sejumlah wilayah Maluku dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Buru Selatan. Pemantauan satelit Himawari-9 menunjukkan sebaran asap yang masuk ke Maluku diprakirakan berasal dari Papua, ditambah sebagian kecil dari Pulau Buru dan Pulau Seram.

Arah angin yang bertiup dari timur hingga barat laut turut membawa asap tersebut melintasi wilayah kepulauan. Selama sepekan terakhir, langit Maluku diselimuti asap tipis hingga sedang dengan jarak pandang berkisar 5 sampai 9 kilometer.

Jarak Pandang di Ambon Sempat di Bawah 5 Kilometer

Pada 3 Oktober 2026, asap cukup tebal teramati pada pagi hari di Kota Ambon, Kepulauan Aru, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Buru, Buru Selatan, dan wilayah sekitarnya. Jarak pandang di kawasan itu tercatat kurang dari 5 kilometer.

BMKG memprakirakan potensi asap kategori sedang berlanjut tiga hari ke depan di Kota Ambon, Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Kota Tual, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, dan Kepulauan Tanimbar bagian utara.

Kelompok Rentan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memperbanyak konsumsi air putih. Warga juga diminta menutup jendela apabila kondisi asap terasa pekat.

Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kelompok ini paling rentan terdampak paparan asap dalam durasi panjang.

Pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan juga diingatkan mewaspadai kemungkinan penurunan jarak pandang secara signifikan akibat sebaran asap.

Mitigasi Karhutla Jadi Perhatian

Kamari menyebut pemantauan cuaca dan kondisi asap perlu diperbarui secara berkala sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi.

"Masyarakat diimbau terus memperbarui informasi cuaca dan kondisi asap melalui BMKG serta instansi terkait sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ucapnya.

Wilayah Maluku yang berbentuk kepulauan membuat sebaran asap mudah berpindah mengikuti pola angin. Pemantauan titik panas dan jarak pandang diperkirakan terus dilakukan BMKG selama periode potensi asap masih berlangsung.

Reporter: Saiful
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top