DOBO — Kepala UPP Kelas III Dobo Ruswan Wusurwut menyatakan pengoperasian armada baru itu diharapkan mempermudah perjalanan antarkabupaten bagi masyarakat. Pihaknya menyebut rute ini menjawab kebutuhan transportasi laut warga yang selama ini terbatas.
KM Cantika Lestari 8F tidak hanya melayani satu jalur. Kapal milik PT Pelayaran Dharma Indah tersebut juga dijadwalkan melayani pelayaran Ambon–Saumlaki setiap Jumat pada pukul 10.00 WIT.
Berdasarkan jadwal yang disampaikan, rute Ambon–Tual–Dobo dilayani setiap Senin dengan keberangkatan pukul 10.00 WIT. Sementara rute Ambon–Saumlaki beroperasi setiap Jumat pada jam yang sama.
Penetapan jadwal tetap ini memberi kepastian bagi penumpang yang hendak merencanakan perjalanan antarpulau. Sebelumnya, warga harus menyesuaikan diri dengan jadwal kapal yang terbatas.
Tarif perjalanan ditetapkan berdasarkan rute yang ditempuh. Untuk perjalanan Tual–Dobo, penumpang dikenakan tarif mulai dari Rp300.000.
Adapun tarif rute Ambon–Dobo mencapai Rp1.000.000. Selisih harga itu mengikuti jarak dan waktu tempuh yang lebih panjang dari Ambon menuju Dobo.
Kehadiran KM Cantika Lestari 8F menambah pilihan transportasi bagi masyarakat Kepulauan Aru. Wilayah kepulauan ini memang sangat bergantung pada angkutan laut untuk mobilitas antarwilayah di Maluku.
Ruswan berharap armada tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan transportasi laut. "Kami berharap dengan adanya KM Cantika Lestari 8F ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transportasi laut, khususnya masyarakat yang melakukan perjalanan Ambon, Tual dan Dobo," kata Ruswan.
Dengan rute perdana yang mulai beroperasi Senin, 5 Oktober 2026, warga Kepulauan Aru dan sekitarnya memiliki alternatif perjalanan ke Ambon, Tual, maupun Saumlaki tanpa harus menunggu kapal lain.