AMBON — Tim Rescue Basarnas Ambon bergerak menuju Dusun Leamahu, Kabupaten Seram Bagian Barat, untuk melakukan pencarian terhadap Dedi Suneth (46). Nelayan tersebut dilaporkan hilang setelah perahunya ditemukan kosong melayang di sekitar Pantai Desa Kairatu, Rabu pagi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon, Muhamad Arafah, mengatakan personel diberangkatkan sejak pukul 11.20 WIT melalui jalur darat menuju Pelabuhan Penyeberangan Ferry Hunimua Liang di Pulau Ambon. Dari sana, tim melanjutkan perjalanan menyeberang ke Waipirit di Pulau Seram sebelum menempuh perjalanan darat ke Dusun Leamahu.
"Estimasi waktu tiba tim di lokasi sekitar pukul 15.00 WIT untuk melaksanakan operasi SAR," ujar Muhamad Arafah di Ambon, Rabu.
Informasi awal diterima Basarnas dari seorang warga bernama Fathin Tuasamu pada pukul 11.00 WIT. Korban diketahui berangkat sendirian mencari ikan sekitar pukul 05.30 WIT di perairan Desa Kairatu.
Namun, sekitar pukul 07.00 WIT, perahu milik korban justru ditemukan dalam keadaan kosong oleh nelayan setempat. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran keluarga dan warga sekitar.
"Warga menyebutkan kalau korban memiliki riwayat penyakit ayan, sehingga diduga kuat yang bersangkutan terjatuh hingga tenggelam akibat penyakit yang dideritanya mendadak kambuh," kata Muhamad Arafah.
Sejak pagi hingga siang, keluarga korban bersama masyarakat setempat telah berupaya mencari Dedi secara mandiri. Upaya tersebut belum membuahkan hasil, sehingga keluarga memutuskan meminta bantuan resmi kepada Basarnas untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Tim rescuer yang diterjunkan terdiri dari personel Kantor SAR Ambon, Polair Polda Maluku, dan BPBD Kabupaten SBB. Mereka dibantu tiga unit longboat milik warga untuk menyisir area perairan sekitar lokasi kejadian.
"Tim rescuer saat ini sementara melakukan upaya pencarian terhadap korban," pungkas Muhamad Arafah.