AMBON — Universitas Pattimura (Unpatti) kembali melahirkan tenaga medis baru. Sebanyak 15 dokter menjalani prosesi pengambilan sumpah di Kampus Unpatti, Ambon, Selasa (11/8/2026), sebagai penanda kesiapan mereka bertugas di lapangan.
Upacara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, S.Sos., bersama Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., serta jajaran civitas akademika Fakultas Kedokteran. Perwakilan Dinas Kesehatan dan keluarga para dokter baru juga turut hadir dalam momen sakral ini.
Vanath mengingatkan bahwa tantangan terbesar para dokter muda bukan sekadar kompetensi medis, melainkan aksesibilitas. Kondisi Maluku yang terpecah menjadi ribuan pulau membuat distribusi layanan kesehatan jauh lebih rumit dibandingkan provinsi lain di Indonesia.
“Wilayah Provinsi Maluku memiliki tantangan dan jangkauan aksesibilitas yang jauh berbeda dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia. Oleh karena itu, intensitas pengabdian para dokter sangat dibutuhkan untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Maluku disebutnya terbuka menerima para lulusan Unpatti untuk mengabdi, terutama di daerah-daerah yang selama ini minim tenaga kesehatan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berjalan, Vanath berpesan agar keterbatasan finansial tidak menyurutkan loyalitas para tenaga medis. Profesi dokter, menurutnya, adalah tugas mulia yang menuntut kepedulian sosial tinggi.
Lebih jauh, para dokter baru juga diminta berperan sebagai agen perdamaian. Dokter tidak hanya bersentuhan dengan persoalan klinis, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika sosial masyarakat di lokasi penempatan.
Berikut nama-nama dokter yang resmi mengucapkan sumpah profesi pada Selasa kemarin:
Pengambilan sumpah ini menjadi tonggak penting dalam pendidikan profesi kedokteran di Unpatti. Para lulusan kini resmi memasuki fase pengabdian dan pelayanan kesehatan masyarakat di Maluku.